sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

[OPINI]  Hisapan Nikmat Berujung Kematian Tak menuai Jera

opini-2Oleh : Suci Puspita Sari

Saat ini, rokok semakin gencar meluas keberbagai wilayah pedesaan maupun perkota. Penikmat rokok pun tidak lagi mengenal usia, jenis kelamin maupun status sosial. Seperti yang kita ketahui rokok menjadi salah satu penyumbang terbesar penyebab kematian yang sulit dicegah dalam masyarakat. Sejak tahun 1950, setiap tahun ada sekitar 300.000 kematian akibat kebiasaan merokok. Kemudian melonjak menjadi 1 juta kematian pada tahun 1965, 1,5 juta pada tahun 1975, dan menjadi 3 juta pada tahun 1990-an. Dari 3 juta kematian tersebut, 2 juta diantaranya terjadi di negara-negara maju dan sisanya yaitu 33,3% terjadi di negara-negara berkembang seperti negara kita Indonesia.

Merokok telah menjadi perilaku yang secara sosial dianggap kurang bisa untuk diterima. Sebagian besar orang dapat meninggal dikarenakan mengkonsumsi rokok dengan berlebih. Bagi penikmat rokok awalnya memang tidak terasa sakit, tetapi semakin lama seseorang yang mengkonsumsi rokok akan menderita berbagai penyakit yang bersarang di dalam tubuhnya. Sebagian besar penyakit yang akan diderita bagi perokok adalah penyakit yang umumnya tidak sulit disembuhkan.

Rokok adalah salah satu zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya bagi kesehatan individu dan masyarakat. Rokok dihasilkan dari tanamam Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan (Hans Tendra, 2003). Sedangkan merokok adalah aktivitas menghirup asap tembakau yang dapat merusak kesehatan tubuh yang bersifat adiktif.>>>page 2