sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

[OPINI] Ekologi Politik – Sarolangun Beradab Lingkungan

Oleh: BIMA PANDU WINATA

Belakangan tahun terakhir, beberapa orang yakin bahwa pembangunan berkelanjutan (Suistanable Development)adalah dasar yang baik untuk suatu pandangan atau arah tujuan. Istilah keberlanjutan pertama kali dikenalkan pada tahun 1987 oleh World Commission on Environment and Development (Brundtland Commission) melalui bukunya Our Common Future. Dalam bukunya dikenalkan gagasan “pembangunan berkelanjutan” beserta konsep-konsepnya yang sangat menarik dan debat mengenai hubungan seperti apakah yang seharusnya ada antara lingkungan dan pembangunan.

Menurut pandangan Oxymoron, terdapat kontradiksi antara pembangunan dan berkelanjutan. Berkelanjutan mempunyai arti kegiatan yang dapat berlangsung untuk jangka waktu lama. Secara kontras, pembangunan diinterpretasikan sebagai pertumbuhan, yang diartikan sepenuhnya sebagai penambahan fisik dan material pada produksi.Jika disatukan,munculnya konsep pertumbuhan yang tidak berhenti dan bahkan meningkat, yang apabila tidak ditangani akan menimbulkan isu tentang batas-batas ekologis dimana kelangkaan sumber daya dan kerusakan lingkungan mulai muncul tanpa dapat dihindari, terutama yang berkaitan dengan daya dukung (carrying capacity).

Pencapaian pembangunan berkelanjutan menuntut suatu pertimbangan antara kepentingan individu dan kelompok. Akibatnya, ketegangan dan konflik akan muncul dalam menetapkan keseimbangan yang tepat antara hak-hak individu dan kelompok,yang akan menghambat tercapainya pembangunan berkelanjutan. Maka dari itu pendekatan yang menekankan pada pemberdayaan masyarakat, serta keikutsertaan mereka dalam pengambilan keputusan dan pembangunan lingkungan mampu mengantisipasi kemungkinan dampak negatifnya.>>>page 2