sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Operasi Zebra di Sarolangun Libatkan Personil Gabungan

CEK PERSONIL: Tampak Wabup Hilal mengecek personil yang diterjunkan dalam Operasi Zebra. Poto:adi

SAROLANGUN-Polres Sarolangun melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) kembali menggelar Operasi Zebra mulai 1-14 November 2017. Sebelum melakukan Operasi, Rabu pagi (1/11) dilakukan Gelar Pasukan Operasi Zebra 2017 Polres Sarolangun di lapangan Apel Polres Sarolangun. Operasi Zebra tersebut berlangsung serentak di seluruh Indonesia.

Pantuan harian ini, ratusan personil gabungan mengikuti Gelar Pasukan tersebut terdiri satu pleton personil Kodim Sarko, satu pleton personil Kipan A 142 Ksatria Jaya, satu  pleton personil Satuan Sabhara Polres, satu pleton personil Satuan Lantas Polres, satu pleton personil Reskrim, Intel, Narkoba, satu pleton personil Sat Pol PP, satu regu personil Dishub, satu regu Senkom dan dua pleton gabungan siswa/siswi SMA dan SMK. Juga hadir dari Kejari Sarolangun, Kepala Pengadilan Negeri Sarolangun, Danramil Kota Sarolangun dan Danramil Pauh. Gelar Pasukan dipimpin Wakil Bupati Sarolangun H Hillalatil Badri.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, SIK, MAP, melalui Kasatlantas AKP Ujang Supran, SH, usai gelar pasukan mengatakan, selama berlangsungnya Operasi Zebra setiap hari dilakukan razia di dua lokasi pagi dan sore.

‘’Kita juga akan melakukan Razia Gabungan melibatkan berbagai instansi,’’ katanya.

Menurut AKP Ujang Sapran, Satlantas Polres Sarolangun bakal menerapkan sanksi tegas kepada pelanggar selama Operasi Zebra berlangsung yakni penilangan. Hal ini diterapkan untuk memberikan efek jera bagi pelanggar Lalu Lintas.

Disebutkannya, penerapan sanksi tegas ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat (pengendara, red) dalam tertib berlalulintas. Sehingga meskipun tidak ada operasi, masyarakat tetap tertib berlalu lintas.

Ketika ditanya pelanggaran apa saja yang bakal ditindak tegas? Menurut Kasat Lantas ada sejumlah pelanggaran yang bakal ditindak tegas nantinya untuk memberi efek jera. Terutama pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan. Seperti kelengkapan kendaraan, penggunaan helm, berboncengan atau bermuatan lebih, menghidupkan lampu siang maupun malam bagi pengendara motor, pengendara roda empat yang tidak pakai seat belt, serta kelengkapan surat menyurat kendaraan.(se9)