sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Oknum Kades Akui Pungli, Pungut Biaya Prona 800 Ribu

SUNGAIPENUH – Program Pemerintah Pusat (prona) tampak disalah gunakan dan mencari keutungan pribadi oleh oknum aparat Pemerintah Desa.

Hal Ini terjadi diDesa Gedang, Kota Sungaipenuh, ratusan warga Desa Gedang mendapat sertifikat tanah Prona gratis dari predisen Jokowi justru mengeluh, diduga aparat Pemerintah Desa Gedang Disinyalir memungut pengurusan dengan warga.

Informasi dihimpun harian ini, tahun 2017 desa Gedang kebagian sebanyak 120 sertifikat Prona. Program prona diperuntukan warga tidak mampu dipungut dan dipatok Rp 800 ribu setiap orang mendapat prona.

“Ya, kita diminta uang Rp 800 ribu, tapi uang tidak cukup. Untuk biaya kehidupan susah,” ujar salah satu warga Desa Gedang mengaku didatangi aparat Desa setempat.

Sementara itu, Pj Kades Desa Gedang, Deka Musrizal dikonfirmasi harian ini tidak membatah hal tersebut. Ia malah mengakui melakukan pungutan liar (pungli) pengurusan prona dengan warga.

“Ya, tapi sudah ada kesepekatan dari warga terlebih dahulu,” kata Deka Musrizal saat dikonfirmasi ponselnya, kemarin. (so15)