sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Oknum Guru Cabuli Murid

MUARABULIAN– M Nasir (52) oknum guru di salah satu SD di Kecamatan Pemayung, Batanghari terpaksa meringkuk di sel tahanan Polres Batanghari. Nasir diamankan karena diduga telah melakukan perbuatan senonoh terhadap anak muridnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadian pencabulan tersebut bermula pada 25 Agustus lalu. Saat itu, Nasir meminta salah seorang siswi kelas 6 SD berinisial AN (12) warga Desa Betung Kecamatan Pemayung agar datang lebih cepat ke sekolah.

Karena merupakan perintah guru, sang siswi pun lantas menuruti kemauan sang guru dengan datang lebih awal sekolah. Sesampainya disana, korban langsung digeranyangi sang guru dengan cara meraba tubuh korban dari atas hingga bawah dari luar pakaian korban serta menciuminya.

“Korban diraba-raba sang guru serta diciumnya. Tidak sampai berhubungan layaknya suami istri,”ujar Kasat Reskrim Polres Batanghari, Iptu Dimas Arki.

Menurut keterangan pelaku, dirinya sudah melakukan hal tersebut terhadap korbanya AN sebanyak 2 kali. Pelaku pun melakukan ancaman apabila tidak mau mengikuti perintahnya dan mengadukannya ke orang lain dengan cara akan memindahkan korban ke sekolah lain. “Dia mengancam, jadi orang tua korban curiga sang anak kok berangkat selalu pagi terus,” timpal Dimas.

Karena merasa curiga, akhirnya orang tua korban menanyakan sang anak.

[junkie-button url=”http://sarolangunonline.com/tag/asusila/” style=”orange” size=”small” type=”square” target=”_self”] BACA JUGA  :Tega Setubuhi Anak Tirinya Hingga Berulang Kali [/junkie-button]

Meski awalnya sang anak takut menceritakannya, alhasil sang anak mengatakan perilaku bejad sang guru sembari menangis.

Lantas orang tua korban pun melaporkan hal ini ke pihak kepolisian pada Selasa (5/9) lalu. Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan langsung mencari keberadaan pelaku. Sayangnya, saat itu pelaku tidak berhasil ditemukan.

“Alasannya waktu itu dia dipindah tugaskan di diknas Jambi,” timpal Dimas.

Alhasil pada Senin (11/9) sekira pukul 11.00 pria yang sudah memiliki 2 orang anak ini mendatangi polsek Pemayung untuk menyerahkan diri yang akhirnya digiring menuju Polres Batanghari.

“Yang bersangkutan memenuhi panggilan setelah kita layangkan surat panggilan,” terang Dimas.

Pelaku terncam pasal pasal 82 ayat 1 dan 2 uu no 45 2014 tentang perlindungan anak dengan hukuman maksimal 15 tahun kurungan dan denda 5 milyar. Pelaku pun mengaku berbuat hal seperti itu terhadap 4 siswi yang berbeda, namun saat ini baru dua korban yang melaporkan.

“Diduga korban lebih dari satu. Saat ini pelaku sudah kita amankan guna keterangan dan penyelidikan lebih lanjut,”pungkas Dimas.

Arifin SP, selaku wakil Ketua DPC LSM ABRI Batanghari yang mendampingi pihak korban meminta kepada pihak Polres Batanghari untuk menindak tegas oknum guru tersebut, dan memberikan hukuman berat kepada pelaku.

”Ini supaya tidak ada korban korban yang lain lagi,”tegas Arifin.(hur)