sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Ny Hj Rosita Endra Kembali Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD

DIKUKUHKAN: Ny Rosita Endra ketika dikukuhkan sebagai Bunda PAUD, Foto wahid

SAROLANGUN-Ny Hj Rosita Endra, yang merupakan istri Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra, kembali dikukuhkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Sarolangun periode 2017-2022 .

Pengukuhan itu dilaksanakan pada kegiatan Gebyar Paud, Senin (11/12) di lapangan Gunung Kembang, Komplek perkantoran Bupati Sarolangun. Yang dikukuhkan langsung oleh Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra.

Bupati Sarolangun Cek Endra dalam sambutannya mengatakan, dengan dikukuhkannya Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun, diharapkan bisa memajukan pendidikan PAUD ke depannya, dan meningkatkan kualitas pendidikan PAUD bagi anak-anak usia dini.

“Mudah-mudahan bisa menjalankan tugas sebagai Bunda PAUD, dan saya harap PAUD Sarolangun semakin maju dan berkembang, tingkatkan kualitas anak-anak PAUD dengan menanamkan karakternya, akhlaknya, disiplinnya, baru kita tambah kecerdasannya,” kata Cek Endra.

Kemudian disamping itu, Ia juga meminta para guru PAUD yang jumlahnya mencapai 1.000 orang lebih, yang tersebar di 500 lebih lembaga PAUD dalam mendidik anak usia dini agar memberikan kebebasan dalam beraktivitas namun dalam pengawasan.

“Anak tidak punya kreatifitas, penakut, karena dulu waktu kecil dilarang semua, dari 10 permintaan hanya satu yang diiyakan, sekarang tolong bebaskan anak-anak kita dari larangan-larangan yang menghambat karakter anak kita,”pungkasnya.

Hj Rosita Endra usai dikukuhkan secara resmi sebagai Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun, periode 2017-2022 menegaskan akan memajukan pendidikan PAUD di Kabupaten Sarolangun.

Tentunya dalam memajukan PAUD tersebut harus dibarengi dengan kualitas pengelola PAUD serta para guru PAUD selaku tenaga pendidik yang paling banyak bersentuhan dengan anak-anak usia dini.

Ny Hj Rosita Endra menegaskan, sesuai aturannya saat ini kepala sekolah PAUD berasal dari tamatan sarja pendidikan anak usia dini (S1 PAUD), sementara guru PAUD tidak dipersoalkan jika memang harus tamatan SMA.

“Ya, kepseknya harus S1 PAUD, sesuai aturannya. Tapi kalau gurunya SMA boleh-boleh saja, namun kita harap pengelola PAUD dalam merekrut guru jangan hanya karena tidak ada kerjaan, tapi memang memiliki jiwa pendidik,”katanya.

Kemudian untuk meningkatkan pendidikan PAUD tersebut, kedepan dirinya akan melakukan rapat internal serta membuat tim kerja dan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Sarolangun, agar lembaga PAUD di Sarolangun yang jumlah lebih dari 500 itu memang berkualitas.

“Kita akan rapat bentuk tim kerja, agar bisa membantu jalannya proses PAUD itu. Dan kita dapat pelajaran dari Yogya kemarin bahwa disana, satu RW satu PAUD, dan juga kita bisa lakukan. Makanya kita akan koordinasi dengan Diknas untuk meningkatkan mutu PAUD,” jelasnya.

Dengan meningkatnya mutu PAUD, baik lembaga dan juga tenaga pendidiknya, maka kualitas anak-anak PAUD juga akan meningkat. Namun, dirinya lebih fokus untuk meningkatkan karakter anak-anak PAUD yang berakhlak dan bertaqwa.

“Sesuai Perpres Nomor 87 tahun 2017, bahwa penguatan pendidikan karakter harus ditingkatkan dan itu yang akan kita lakukan, para guru PAUD disarankan ajarkan anak dengan baik,” pungkasnya.(so31)