sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Nasib Ribuan Buruh Pelabuhan Terkatung –Katung

buruh-pelabuhanKUALATUNGKAL-Pasca adanya pemberitahuan pengistirahatan aktifitas bongkar muat di pelabuhan di wilayah Kecamatan Betara Desa Serdang Jaya beberapa waktu lalu. Kini kondisi para ribuan buruh semakin memprihatinkan, pasalnya dengan tutupnya aktifitas tersebut, ribuan buruh terkatung-katung nasibnya tanpa ada pekerjaan lagi.

Dampak ekonomi pun semakin meluas, hal tersebut ditambah dengan hasil perkebunan yang saat ini tidak menentu dan membuat para buruh kehilangan akal memenuhi kebutuhan ekonominya.
Meski Gubernur Zumi Zola beserta jajaran sudah turun tangan langsung menangani kasus Pemberhentian aktifitas pelabuhan serdang, Beberapa waktu lalu, para ribuan buruh pun belum mendapatkan kejelasan nasib mereka mengenai kapan beroprasinya aktifitas bongkar muat.

” Kami saat ini sangat terhimpit ekonomi, pekerjaan kami sudah tak ada, kemana lagi kami mengadu pak,” Ujar Daeng salah satu pimpinan kelompok Buruh, kemarin.(14/11)
Dikatakannya, bila ada permasalahan perizinan yang saat ini harus di buat. Penyelesaian perizinan pun diharapkannya segera dibantu oleh pemangku kewenangan, kata dia banyak yang bergantung pada pekerjaan yang selama satu bulan lebih ini ditutup. “Kami Mohon, Bapak Gubernur, Bapak Bupati, lihat kami, anak istri dan saudara-saudara kami mau makan apa kalau terus begini, mau ngupah di kebun, kebun tak ada isinya,” keluh daeng diamini teman-temannya Samsul, Ucok, Sunami, Lisin dan Aam.
Menurut Daeng, sampai dengan saat ini pihak perusahaan juga terus menunjukan niat baiknya untuk melakukan pengurusan seperti yang dianjurkan pemerintah agar pekerjaan buruh kembali normal. Pihaknya pun juga berkomitmen untuk terus melanjutkan aksinya, bila terus menerus di pepet kebutuhan ekonomi yang saat ini menghimpit.

“Kami akan melakukan konsolidasi bersama ketua-ketua buruh dan akan mengajak keluarga buruh untuk mencari solusi, karena mereka juga adalah orang-orang yang terkena dampak penutupan aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan, mungkin pilihan terakhir kami akan melakukan aksi,” tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ribuan buruh di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kehilangan pekerjaannya. Hal tersebut akibat adanya kebijakan Pemerintah yang menutup aktifitas bongkar muat yang ada di tempat mereka berkerja sehingga para ribuan buruh kehilangan mata pencaharian mereka.(so29)