sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Naser: Pesawat Tempur Pernah Mendarat di Sarolangun

Endang Abdul Naser

SAROLANGUN-Wacana untuk membangun Bandar Udara (Bandara) di Kabupaten Sarolangun, terus ditindak lanjuti. Dan masih menjadi tugas yang belum terwujud bagi Dinas Perhubungan Kabupaten Sarolangun.

Informasi terbaru, Dinas Perhubungan saat ini tengah mencari data titik koordinat pendaratan pesawat tempur yang dulu sejarahnya pernah mendarat di Lapangan Kompi Senapan A Sarolangun. Pasalnya dengan adanya data titik koordinat tersebut akan lebih memudahkan syarat dalam pembangunan Bandara tersebut.

“Di Sarolangun sudah pernah mendarat pesawat militer, entah tahun berapa, saat penjajahan Belanda, kalau dak salah di Kompi, nah titik koordinatnya itu kita cari,” kata Kadis Perhubungan Ir Endang Abdul Naser kemarin (27/09).

Disebutkanya, namun bukanlah mudah untuk mencari data titik koordinat tersebut, karena data itu belum diketahui dimana berada, namun pihaknya akan tetap berupaya, dan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kebanyakan bandara itu dibangun karena dulu pernah mendarat pesawat militer seperti bandara Halim, Adi Sucipto, Riau Pekanbaru, awalnyakan dari koordinat pesawat tempur, dirubah menjadi bandara komersil,” jelasnya.

Selain itu, ia juga berkomitmen pada priode ke dua Bupati Sarolangun Cek Endra, Bandara Sarolangun sudah terwujud. Setidaknya dibangun dasarnya (embrionya) dulu. Setelah ada dasarnya maka pembangunan akan terus berlanjut.

“Mudah-mudahanlah pada jabatan priode ke dua pak bupati ini bisa terwujud, embrionya jadilah, karena kita lihat Sarolangun tidak begitu banyak bukit, cuaca bagus dan angin juga tidak kencang,” jelasnya lagi.

Ia merencankan pembangunan Bandara berada di belakang Unja Kampus Sarolangun, lahan yang dibutuhkan seluas 100 hektar. Pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas TPHP Ir Joko Susilo.

“Di belakang Unsar, kita butuh 100 hektar, dan kemarin saya sudah koordinasi dengan Pak Joko. Nanti kita bangun selain Bandara, separuhnya ada hotelnya, kalau perlu kebun binatang. Tapi embrionya dulu, lalu kita akan minta bantu pusat, seperti terminal kemarin, awalnya kita bangun embrionya, baru pusat mau bantu. Saya yakin kalau Bandara sudah dibangun, Sarolangun pasti akan maju,” pungkasnya.(so31)