sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Miris, Kantor Damkar Sarolangun Rawan Kebakaran

RAWAN KEBAKARAN: Kantor Dinas Pemadam Kebakaran, yang merupakan bekas kantor Kesbangpol dan Dukcapil saat masa awal terbentuknya kabupaten Sarolangun, dan bahkan pernah dihuni masyarakat sebelum dijadikan kantor Dinas Damkar. Poto:wahid

SAROLANGUN–Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sarolangun, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, pasalnya gedung yang di dalamnya merupakan pegawai pemerintah daerah yang bertugas dalam menangani kasus kebakaran di Sarolangun itu saat ini sangat rawan akan terjadinya kebakaran.

Tentu hal itu bertolak belakang dengan program kerja dinas Damkar yang melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran sementara kantornya sendiri rawan kebakaran.

Dari pantauan di lapangan  kemarin (10/04), kantor Dinas Damkar yang berada persis di Belakang Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sarolangun itu, merupakan bekas kantor Kesbangpol, Dukcapil pada saat Kabupaten Sarolangun berdiri.

Bahkan sebelum ditempati Dinas Damkar, dulu ada sejumlah warga yang menempati tempat tersebut karena setelah adanya gedung baru Dukcapil dan Kesbangpol, gedung itu kosong sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat.

Ironisnya lagi, gedung itu sebenarnya sudah tidak layak lagi untuk menjadi Kantor sekelas Dinas di jajaran Pemkab Sarolangun, sebab bangunannya merupakan bangunan seperti rumah warga saja, karena dindingnya terbuat dari kayu yang sudah tua, atapnya pun dari seng yang sudah tua. Kamar mandinya sangat sederhana, jika melihatnya pasti merasa sedih. Serta sistim aliran Listriknya juga kurang rapi sehingga wajar kantor itu rawan terjadi kebakaran.

Sebab, kebanyakan kejadian kebakaran saat ini di Kabupaten Sarolangun, mayoritas disebabkan oleh kelalaian masyarakat itu sendiri dan juga di sebabkan gangguang arus pendek (Korslet), jadi jika tidak hati-hati, tidak berkemungkinan kantor dinas damkar akan menjadi salah satu korban kerbakaran.

Plt Kepala Dinas Damkar, Tamrin, saat dikonfirmasi harian ini, mengakui hal tersebut, namun ia tidak memberikan komentar banyak. Akan tetapi, ia juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan gedung yang baru.

“Kita tempati ini untuk sementara, nanti kita akan ajukan di tahun 2018. Memang ini dulu bekas Kesbangpol dan Dukcapil, bahkan pernah ditempati warga, karena kita mau pake, akhirnya dinas asset meminta warga untuk meninggalkan tempat ini,’’ tutupnya.(se31)