sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Melalui P2DK, 1647 Hektar Sawah Digarap

Sakwan : Pertanian Tidak Boleh Berhenti dalam Kondisi Apapun

PERTANIAN: Sektor pertanian harus tumbuh. Petani di Kabupaten Sarolangun terus menggarap budidaya padi sawah. Foto wahid

SAROLANGUN – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sarolangun sangat mendukung program unggulan Bupati Sarolangun dan Wakil Bupati Sarolangun, dalam rangka peralihan arah fokus pemanfaatan dana Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK) pada tahun 2020 ini.

Pasalnya, Bupati Sarolangun Drs Cek Endra memang menginstruksikan agar dana P2DK ini digunakan untuk fokus dalam peningkatan ketahanan pangan di desa hingga ke tingkat Kabupaten.

Dana sebesar Rp 200 juta Per desa dan kelurahan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Sarolangun, salah satunya produksi padi sawah dan padi ladang.

Kepala Dinas TPHP, Drs Sakwan mengatakan bahwa melalui dana P2DK ini pihaknya mendata ada sebanyak 1.647 padi sawah dan 447 padi ladang digarap oleh desa untuk peningkatan ketahanan pangan.

“Itu tersebar di seluruh kecamatan, dan kemarin sudah launching bersama pak Wabup di Desa Lubuk Resam, Kecamatan CNG,” katanya, Senin (07/09) kemarin.

Ia juga menjelaskan tentu sebagai program unggulan kepala daerah, pihaknya akan mendukung penuh untuk mensukseskan program ketahanan pangan dengan kerja sama seluruh leasing sektor yang ada, di tengah wabah pandemi virus corona (covid-19) saat ini.

“Dinas TPHP dukung penuh program ini dalam rangka membantu ekonomi masyarakat di tengah wabah pandemi.

Perhatian terhadap masyarakat khususnya petani, pertanian harus tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun. Ppl dan Desa bersinergi membangun pertanian di desa,” katanya.

Dalam program itu juga, pihaknya akan membantu bibit, obat-obatan dan pupuk serta pompa air jika memang ada kesulitan air di saat musim kemarau.

“Kita bantu pompa air, asal ada sumber air. Lubuk resam dibantu dua unit transplanter, satu unit handsprayer. Batu Ampar bantu jasa olah tanah, Desa Batu kucing bantu jasa alat tanah, kasang melintang berupa Alat tanam jagung,” katanya.

“Kedepan diharapkan seluruh kades berkoordinasi baik ke dinas langsung ataupun melalui ppl dan kita membuka diri kalau ada peminjaman alat, dan tentunya ppl kita tekankan untuk dapat mendampingi pelaksanaan dilapangan,” kata dia menambahkan. (se31)