sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Melalui Kolam Bioflok Diskannak Sarolangun  Tingkatkan Produksi Lele

BIOFLOK: Tampak Kolam Bioplok yang saat ini mulai dikembangkan di Kabupaten Sarolangun. Poto:wahid

SAROLANGUN-Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Sarolangun tahun 2017 ini melakukan terobosan baru dalam budidaya ikan lele, dengan melaksanakan program kolam bioflok, atau kolam yang dibuat sedemikian rupa berbentuk bulat dengan diameter 2 dari terpal berbahan trampolin (karet tebal), keragka besi.

Tahun ini baru ada 50 kolam binaan yang terbagi atas empat kelompok tani di dua Kecamatan yakni Kecamatan Sarolangun dan Kecamatan Singkut.

Di Kecamatan Sarolangun ada di Desa Bernai dengan 10 petak kolam, sementara di Kecamatan Singkut ada di Desa Argo Sari 10 petak Kolam, Desa Bukit Tigo 20 kolam dengan dua Kelompok Tani dan Desa Perdamaian 10 petak kolam.

Penyuluh Perikanan Diskanak, Resti Pebryeni, S.Pi, kemarin (16/10) mengatakan, program tersebut perdana dilakukan tahun ini. Dirinya menyebutkan dalam satu petak kolam itu bisa mencapai 5.000 bibit ikan lele. Dimana budidaya ikan lele dengan kolam bioflok ini lebih mudah dan produktif.

“Kebanyakan jenis ikan lele, dalam satu kolam 3000 ikan. Kolam diameter 2 dengan alat-alat dari
Terpal berbahan tranpolim karet tebal, besi untuk kerangka diameter 2, untuk pekarangan, dan biaya kira kira 2-3 juta satu kolam, panen 3 bulan, untuk biofloc bisa sampai 5.000 ikan,” katanya.

Kemudian ia juga menyebutkan, sistim kolam bioflok ini juga mudah mendapatkan pakan ikannya, karena bahan makanan bisa berasal dari kotoran ikan yang ada di dalam ikan, namun ditambahkan dengan probiotik artinya bakteri ikan diolah jadi pakan ikan.

Selain itu, Peltu Kadiskanak Asnawi, mengatakan, budidaya ikan dengan sistem bioflok ini bertujuan untuk menaikkan jumlah produksi ikan dalam waktu yang lebih singkat.

Pada prinsipnya, lanjutnya, memelihara ikan dengan cara menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah budidaya ikan di kolam tersebut menjadi gumpalan kecil yang disebut dengan flok, dan bermanfaat sebagai makanan alami ikan dibantu probiotik yang digunakan.

“Selain di Kecamatan Sarolangun dan Kecamatan singkut, ada juga di Kecamatan Air Hitam, namun disana melalui swadaya masyarakat setempat, dan tentunya itu sudah berkembang,” pungkasnya.(so31)