Advertisement
GEMA DESA SEPUTAR SAROLANGUN

Masyarakat Pulau Pinang Pertanyakan CSR Perusahaan

SAROLANGUN-Masyarakat Lingkungan Pulau Pinang Kelurahan Sarkam Kecamatan Sarolangun menilai perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah itu tidak ada perhatian terhadap warga sekitar. Padahal, disekitar di lingkungan tersebut sejumlah perusahaan pertambangan beroperasi, seperti KSO Samudra Energi BWP Meruap, PT Ceritas, PT KBB, PT Prima Dito Nusantara (PDN), PT Wahana Energi Sentosa (WES), PT SDM dan sejumlah perusahaan lainnya.

Padahal perusahaan-perusahaan tersebut wajib memperhatikan masyarakat sekitar, sebagaimana yang sudah diatur oleh Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, serta peraturan pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang tanggungjawab sosial dan lingkungan. Namun kenyataan berkata lain, sedikit sekali warga Pulau Pinang meresa tersentuh bantuan dari pihak perusahaan-perusahaan tersebut.

Selasa (07/03) kemarin perangkat Lingkungan Pulau Pinang melakukan musyawarah di mesjid Nurul Huda RT 02 Lingkungan Pulau Pinang untuk membahas persoalan itu.

Ketua Lingkungan Pulau Pinang Syahril, dikesempatan tersebut mengatakan, sudah sejak lama hingga saat ini seluruh perusahaan yang berada di Lingkungan Pulau Pinang tidak pernah lagi membantu masyarakat. Padahal menurut dirinya, perusahaan yang ada tersebut berada di kawasan lingkungan Pulau Pinang.

‘’Kita harus bertindak tegas kepada seluruh perusahaan yang berada disekitar kita, karena hingga saat ini perusahaan tidak lagi pernah mau membantu kita lagi, bahkan kita pernah mengajukan proposal ke salah satu PT untuk melakukan pembangunan mesjid, hingga kini tidak ada responnya,’’ ucapnya.

Hasbullah, salah seorang tokoh masyarakat, mendengar tidak adanya perhatian dari sejumlah perusahaan terhadap masyarakat di lingkungannya langsung ambil inisiatif. Dirinya mengusulkan agar melakukan pembentukan Tim. Pembentukan Tim tersebut bertujuan mempertanyakan realisasi CSR sejumlah perusahaan yang berada disekitar lingkungan tersebut.

“Kalau begitu kita tunggu apa lagi, sudah jelas-jelas kita tidak lagi dihargai oleh pihak perusahaan, mari pada malam hari ini juga kita bentuk Tim,’’ ujar pria yang akrab disapa Awe.

Pantauan harian ini, masyarakat menyetujui adanya Tim yang ditawarkan oleh Awe dalam persoalan tersebut, sehingga terpilih sebagai Ketua Tim Hasbullah, Wakil Ketua Abdul Azis, SH, Sekretaris Mansur, Bendahara Iskandar sedangkan Divisi Humas Rahman dan Ismail.

Tampak hadir di musyawarah tersebut seluruh Ketua RT, Ketua Pemuda, Pegawai Syarak, Tokoh Adat, Ketua Lingkungan dan tokoh masyarakat serta dihadiri sejumlah pemuda.(so30)