GERBANG INFORMASI KITO

Massa Buka Dapur Umum di Halaman Kantor Bupati Merangin

Tuntut Penyelesaian Tapal Batas

Tampak tungku api beserta kuali yang berisi air dimasak , disiapkan oleh massa aksi untuk menyeduh kopi dan teh. Tampak juga karung beras yang siap untuk dimasak untuk makan malam.Foto:ist

MERANGIN– Ratusan masyarakat dari Desa Batang Kibul, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin mendatangi Kantor Bupati dalam rangka demontrasi terkait konflik sosial tapal batas pada Rabu (25/09/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Massa sempat dihalangi oleh pihak keamanan untuk memasuki halaman kantor Bupati dan sempat terjadi dorong-dorongan, namun karena ramainya massa pihak keamanan terpaksa mempersilahkan rombongan massa masuk.

Ketika di halaman Kantor Bupati, orator menuntut Bupati Merangin, Al Haris, untuk hadir ditengah-tengah massa pendemo dan menuntut memberikan solusi terkait permasalahan tapal batas mereka dengan Desa Sungai Tabir dan Desa Telentam.

“Kami meminta Bupati langsung yang hadir ditengah-tengah kami untuk menyelesaikan konflik sosial tapal batas yang terjadi di daerah kami,” ujar orator.

Orator juga menyampaikan kalau Bupati tidak hadir maka mereka akan bermalam karena mereka sudah mempersiapkan perbekalan untuk bermalam, dan jika Bupati Merangin tidak sanggup menyelesaikan maka pindahkan kami ke Kabupaten Muaro Bungo.

“Jika Bupati tidak hadir maka kami akan tunggu sampai bermalam jika perlu, dan jika memang Bupati Merangin tidak sanggup pindahkan kami ke Kabupaten Bungo,” ujar orator.

Setelah ditemui oleh Kapolres Merangin, Sekda Kabupaten Merangin dan salah satu perwakilan Anggota DPRD Merangin asal Dapil II tetap tidak menemukan titik temu, ratusan masyarakat tersebut rehat untuk istirahat.

Dalam rehat tersebut tampak tungku api beserta kuali yang berisi air dimasak disiapkan oleh massa aksi untuk menyeduh kopi dan teh, tampak juga karung beras yang siap untuk dimasak untuk makan malam.

“Yang kami tunggu adalah Bupati Merangin, kami sudah siapkan bekal dari rumah seperti beras dan alat-alat masak lainnya untuk bermalam sampai Bupati Merangin,” ujar salah satu massa aksi. (jenn)