sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Lapangan Gunung Kembang Jadi Padang Ternak

PADANG TERNAK: Tampak Lapangan Gunung Kembang yang dipenuhi kerbau. Poto:wahid

SAROLANGUN-Lapangan Gunung Kembang Kantor Bupati Sarolangun, yang merupakan lapangan upacara Pemkab Sarolangun berubah jadi padang pengembalaan ternak kerbau. Pasalnya, lapangan tersebut setiap harinya terlihat hewan ternak berkeliaran seakan-akan luput dari pengawasan penegak Perda ketertiban umum (Tibum), yang sudah jelas-jelas untuk dilarang adanya hewan ternak berkeliaran, apalagi hanya berjarak ratusan meter dari Kantor Bupati Sarolangun.

Salah seorang warga, Ihsan, kemarin (16/03) kepada media ini, mengatakan, padang pengembalaan ternak kerbau seharusnya bukan di Lapangan Gunung Kembang, tapi harus dibuat tempat khusus. Sehingga ternak tidak sembarangan berkeliaran apalagi di komplek perkantoran.

“Saya heran, kok di lapangan Pemkab ini ada ternak berkeliaran, dekat pula dengan kantor bupati, apa tidak ada pengawasannya,’’ katanya.

Ia juga menyesalkan bukan hanya di Lapangan Gunung Kembang, melainkan disejumlah ruas jalan depan perkantoran. Bahkan di depan gedung DPRD Sarolangun sendiri selaku pembuat Perda ketertiban umum.

“Apa Perda ketertiban umum itu tidak berfungsi, atau memang penegak perdanya yang tidak tahu, kita hanya berharap ke depan tidak ada lagi ternak berkeliaran, lihatlah kotoran kerbau di lapangan ini berserak bae,’’ sebutnya.
Bukan hanya sebatas itu saja, dalam Forum Konsultasi Publik yang diadakan di aula Bappeda Sarolangun kemarin, tokoh masyarakat juga sempat menyinggung persoalan tersebut. Namun, karena keterbatasan waktu, masukan dari masyarakat tersebut belum sempat dibahas dalam forum, dan seakan-akan belum adanya jalan keluar yang bisa mencari jalan keluarnya.

“Hewan ternak berkeliaran di kota, di jalan raya, bahkan di komplek kantor bupati sendiri, seharusnya harus dibuat padang pengembalan ternak, supaya masyarakat tidak mengeluh dan para peternak juga lebih mudah mengawasi ternaknya,’’ kata tokoh masyarakat di hadapan publik, saat diskusi forum itu berlangsung.(so31)