sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

KPU Sarolangun Sesalkan Pemukulan Petugas Pantarlih

DIRAWAT: Tampak petugas Pantarlih saat mendapat perawatan dari petugas medis. Poto:hamzah

Ahyar: Kasusnya Sudah Dilaporkan ke Polres

SAROLANGUN-Sejak 17 April 2018 lalu, KPU Sarolangun melepas ratusan Petugas Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih), untuk melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih pada pemilu 2019 mendatang.

Namun sayang, salah satu petugas Pantarlih di Desa Muaro Danau Kecamatan Pelawan Ari Apriadi mendapatkan perlakuan kekerasan dari salah satu warga, saat melakukan pendataan, sehingga mendapat kecaman dari Ketua KPU Sarolangun Ahyar SThI.

“Betul ada petugas kita mendapat perlakuan dugaan kekerasan bagian kepalanya, saat menjalankan tugas, mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir,”ujar Ahyar disela kegiatan pagelaran seni budaya yang di adakan KPU Sarolangun kemarin (21/4).

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diingikan, permasalahan tersebut sudah dilaporkan ke Mapolres Sarolangun.

”Kejadiannya Jum’at pagi, dan sore harinya langsung dilaporkan ke Polres,”tambah Ahyar.

Disinggung motif pemukulan itu sendiri, Ahyar tidak bisa menerangkan dengan pasti, dan itu merupakan kewenangan penegak hokum.

”Motif saya kurang tahu, saya kira petugas kami sudah kerja profesional, hanya meminta pencocokan NIK dan Nomor KK dan tanggal lahir,”terang Ahyar.

Oleh karena itu, Ahyar berharap pada masyarakat untuk sama-sama mendukung tahapan Coklit data pemilih Pemilu 2019 yang sedang berlangsung, sehingga menghasilkan data pemilih yang akurat.

“Selama satu bulan kedepan petugas kami terus mendatangi rumah-rumah warga, untuk melakukan pencocokan data pemilih, mohon dukungan dan data yang jelas,”harap Ahyar.(so10)