sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Kontraktor Wajib Pasang Papan Merek,Jika Tidak, Proyek Siluman Namanya

proyek silumanSAROLANGUN-Sejumlah pekerjaan proyek baik yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten mulai berjalan di Kabupaten Sarolangun. LSM LI-Tipikor Kabupaten Sarolangun mengingatkan pelaksana proyek (kontraktor, red) untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ahmad Yani dari LSM LI-Tipikor Kabupaten Sarolangun, kepada media ini kemarin (24/7) mengatakan, pelaksanaan kegiatan pembangunan berbagai proyek yang dianggarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (Pemda) sudah ada aturan mainnya, seperti pada awalnya telah dilakukan proses tender secara terbuka dan transparan, bahkan pengadaan asuransi tenaga kerja dalam pelaksanaan proyek tersebut. Namun dalam pelaksanaannya, keterbukaan ke publik seringkali ditutupi.

‘’Salah satu bukti kecil, sering kali pemasangan papan proyek tak dilakukan oleh kontraktor dan instansi terkait tak memberikan teguran,’’ katanya, ketika ditemui di Lubuk Resam.

Menurutnya, pemasangan proyek wajib dilakukan sebab sudah ada payung hukum yang mengaturnya. Pelaksanaan proyek harus memakai plang nama, secara transparan seorang kontraktor pelaksana diwajibkan memasang plang merek, hal tersebut sangat berguna agar masyarakat bisa mengetahui darimana proyek tersebut berasal.

‘’Setiap pelaksanaan proyek harus memampangkan plang nama, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui proyek tersebut didanai dari uang rakyat. Bahkan pekerjaan dari Dana desapun harus ada papan mereknya,’’ tegasnya.

Lebih jauh disampaikannya, setiap proyek yang mempergunakan keuangan negara dalam mengerjakan sebuah pembangunan harus transparan, perusahaan atau rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, harus mematuhi kaidah-kaidah yang sudah ditentukan oleh pemerintah seperti memasang papan merek agar masyarakat juga mengetahuinya.

‘’Kalau tidak ada papan merek atau plang nama, sama saja dengan proyek siluman,’’ sebutnya.

Ditambahkannya hendaknya plang nama sudah harus dipasang dilokasi sejak awal dimulainya kegiatan. Dan keberadaannya tidak berdiri sendiri atau lepas dari nilai proyek tersebut. Melainkan, sebuah plang sudah dimasukkan kedalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan juga telah ditanda tangani oleh para pihak ketiga.

“Untuk itu kami minta agar pihak Dinas PU maupun dinas-dinas lainnya bisa melakukan pengawasan terkait hal tersebut, kami dari LSM LI-Tipikor akan terus melakukan pemantauan di lapangan, agar nantinya seluruh proyek pembangunan yang berjalan di Kabupaten Sarolangun berjalan bagus dan masyarakat bisa menikmati pembangunan,’’ sebut Ahmad Yani.(so9)