sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Kontrak Honorer Terancam Tidak Diperpanjang

WALDI BAKRI

SAROLANGUN – Akhir tahun ini pemerintah Kabupaten sarolangun melakukan evaluasi kinerja dan disiplin para pegawai honorer.

Tujuannya jika ditemukan disiplin kinerja buruk, tidak menutup kemungkinan SK kontrak kerja honorer ada yang tidak diperpanjang pada tahun 2020 mendatang.

“Saya rasa ada, seperti kemarin beberapa dinas, dimana salah satu dinas ketemu tiga orang yang mereka sudah sampai diatas 12 hari, jadi tidak menutup kemungkinan akan tidak diperpanjang,” kata Kepala BKPSDM H A Waldi Bakri, Sip, S.Sos, MM saat dikonfirmasi belum lama ini.

Penindakan tidak diperpanjang SK honorer tersebut, katanya berdasarkan acuan Peraturan Bupati Sarolangun nomor 77 tahun 2018.

“Gerakan kita kemarin, para Kepala dinas juga sudah menanggapi positif. Penindakan tetap sesuai Perbup 77 tahun 2018, tindataknya tetap tidak diperpanjang kontraknya,” katanya.

Seperti inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan beberapa minggu yang lalu, bahwa adanya ditemukan pegawai honorer yang tidak hadir.

Seperti di Sekretariat DPRD Sarolanyun ada 40 honorer tidak hadir saat apel pelaksanaan di Lapangan Gunung Kembang.

“Tidak hadir saat waktu kita evaluasi kemarin, pak bupati saat itu lebih pada honorer di DPRD, ada 40 orang. Tapi kantor – kantor pelayanan sudah normal, seperti kemarin pas turun dengan pak Wabup kisaran ya hanya 4 orang. Setelah kita data, mereka ada penjaga malam, cleaning service. Sekarang kita sudah minta data lengkap dari masing-masing dinas bahwa staf disana ada,” katanya.

“Hasil sidak yang kita temukan dari 4. 000 pegawai honorer itu ada sekitar 25 persen yang tidak hadir, tapi dari 25 persen itu ada penjaga malam, cleaning service, supir. Jadi kita susah juga, persentasinya tinggi tapi setelah kita masuk ke dalam sekitar 10 persen yang dianggap mereka betul-betul dianggap mereka tidak disiplin,” kata dia menambahkan.(So31)