sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Konselor Puji Dirut RSUD Paham Akreditasi

dr.Elzarita Arbain, M.Kes (Pembimbing KARS) dan dr.Irwan Miswar,MKM (Dirut RSUD Sarolangun)
dr.Elzarita Arbain, M.Kes (Pembimbing KARS) dan dr.Irwan Miswar,MKM (Dirut RSUD Sarolangun)

SAROLANGUN- Pihak menajemen rumah sakit Prof.DR.H.M. Charib Quzwain Sarolangun kembali mendatangkan atau Pembimbing  KARS – SNARS Edisi 1 dalam bimbingan teknis menuju akreditasi paripurna. Acara dibuka secara langsung oleh Dirut RSUD tersebut berlangsung diaula rumah sakit dihadiri oleh ketua akreditasi rumah sakit para ketua dan peserta pokja. Acara yang digelar selama dua hari itu mengupas tentang pokja Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), pokja Pelayanan Keparmasian san Penggunaan Obat (PKPO) serta Kompetensu dan Kewenangan Staf (KKS) yang dilanjutkan pada kegiatan telusur kesetiap ruangan yang ada dilingkungan rumah sakit oleh pembimbing sekaligus surveyor akreditasi KARS pusat. Pada acara tersebut, surveyor memberi apresiasi kepada Dirut RSUD yang dinilai paham akreditasi. Selasa (26/2).

Pada kata sambutannya, dr. Irwan Mizwar,MKM Direktur Utama Rumah Sakit Prof.DR.Chatib Quzwain menyampaikan, menjalani akreditasi jangan dilakukan secara tergesa gesa,

“Menghadapi atau menjalani akreditasi, harus menguasai bab demi bab dengan prinsip yang harus dipahami dalam akreditas. Dan jangan dilakukan secara tergesa gesa. Percayalah yang berat itu hanya diawal menjalani proses,” Kata Dirut RSUD Sarolangun.

Disamping itu dr.Elzarita Arbain, M.Kes Pembimbing dan Surveyor KARS – SNARS Edisi 1 yang juga Konselor memuji dan memberi apresiasi kepada Sirut RSUD Sarolangun.

“Saya menilai dirut RSUD sarolangun sangat paham dengan akreditasi. Dalam pembicaraan kami sebelumnya terkait akreditasi dirut sangat memahami tentang akreditasi baik berupa teori dan pelaksanaannya. Dan saya juga memberi apresiasi juga kepada dirut bahwa atensinya dan dedikasinya dalam mengsukseskan akreditasi dirumah sakit ini. Selama saya menjadi surveyor dan konselor jarang sekali dirut rumah sakit yang memahami akreditasi dan jarang berada ditempat saat akreditasi tengah dilaksanakan, Padahal akreditasi itu dan menyenangkan,” ungkap dr.Elzarita Arbain, M.Kes.

Pembimbing SNARS menambahkan, Konsep rumah sakit RSUD Sarolangun dinilai bagus dengan konsep satu lantai.

“Dengan konsep seperti ini jika terjadi bencana alam atau kebakaran mudah dalam melakukan evakuasi dan penyelamatan pasien dan pegawai. Jadi bekerja dirumah sakit harus hafal kondisi dan situasi lingkungan rumah sakit,” jelasnya.

Menghadapi dinamika masyarakat, Pemerintah melalui kementerian kesehatan RI mewajibkan kepada seluruh rumah sakit untuk melaksanakan akreditasi dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit di Indonesia. Agar budaya keselamatan dan budaya kualitas dirumah sakit tetap terjaga maka rumah sakit perlu terakreditasi dengan harapan mutu dan keamanan pelayanandirumah sakit terus meningkat.

“Disamping mutu keamanan pelayanan, persyaratan untuk bekerjasama dengan BPJS adalah akreditasi. BPJS tidak mau bekerjasama jika rumah sakit belum terakreditas,” Tandas dr.Elzarita Arbain, M.Kes.(se32)