sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Keselamatan Honorer Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

TERIMA : Pj Bupati menerima sertifikat kepesertaan dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muaro Bungo Fais Saleh  Harharah. Photo : hamzah

SAROLANGUN-Ada kabar gembira bagi 3.900 tenaga honorer di Kabupaten Sarolangun, saat ini Pemkab Sarolangun resmi melakukan kerjasama bersama BPJS Ketenagakerjaan terkait keselamatan tenaga kontrak daerah dalam menjalankan tugasnya.

Kerjasama tersebut dibuktikan dengan adanya penandatanganan kesepakatan antara Pemkab Sarolangun dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan, yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati, kemarin (16/3).

Penjabat Bupati Sarolangun Arief Munandar SE dalam sambutannya mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu sengaja menaikkan gaji honorer sebesar sepuluh persen, tidak lain tujuannya untuk kesejahteraan dan keselamatan honorer dalam mengemban tugas rutin.

“Dengan ikut peserta BPJS Ketenagakerjaan ini honorer kita bisa terbantu, disaat hal yang tidak diinginkan terjadi saat menjalankan tugas, seperti kecelakaan kerja, begitupun biaya pengobatannya ditanggung semua oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan,”ujar Arief Munandar.

Selain itu, jika terjadi musibah kematian bagi tenaga honorer, maka mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan,”Dengan potongan gaji Rp 5400 perbulan, dibandingkan dengan imbalan terhadap keselamatan kerja hal ini sangat membantu tenaga honorer,”jelasnya.

Senada diucapkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muaro Bungo Fais Saleh Harharah, dengan adanya kerjasama ini tentu saja pihaknya akan menerapkan poin yang tertuang dalam kesepakatan tersebut, baik untuk Jaminan kecelakaan kerja maupun kematian.

Dirincikannya, untuk jaminan kecelakaan kerja peserta bisa mendapatkan biaya pengobatan dan penginapan seratus persen hingga sembuh, sesuai dengan indikasi medis.

“Sedangkan untuk jaminan kematian, yang disebabkan kecelakaan kerja, mendapat santunan sebesar Rp 48 juta, ditambah uang pemakaman Rp 3 juta, santunan berkala Rp 200 ribu setiap bulan selama dua tahun, dan beasiswa anak yang meninggal akibar kecelakaan kerja Rp 12 juta,”paparnya.

Lebih jauh jauh Fais menjelaskan, jika peserta meninggal dunia diluar jam kerja, maka diberi santunan sebesar Rp 24 juta, dan jika telah terdaftar selama lima tahun maka akan mendapat beasiswa anak Rp 12 juta.

“Intinya keselamatan kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan dijamin, makanya bagi SKPD yang belum mendaftarkan honorernya jangan ragu mendaftar, karena sudah ada MoU”tandasnya.(so10)