Kereta Api akan Melintas di Sarolangun

Pemkab Siapkan Lahan 3 Hektar untuk Terminal

SAROLANGUN-Pembangunan sarana transportasi terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Dinas Perhubungan sudah membangun Terminal Bus Type A, Terminal Angdes di Kecamatan Sarolangun dan Kecamatan Singkut. Selain itu akses jalan sudah mulai dibangun, Halte Bus, hingga armada bus untuk transportasi masyarakat.

Namun ada dua lagi PR besar yang belum terlaksana oleh Dishub Sarolangun, yakni Pembangunan Bandara dan Kereta Api. Untuk soal Bandara, Dishub masih melakukan pencarian titik koordinat pesawat tempur yang pernah mendarat sebagai bahan pengajuan pembangunan bandara.

Baca Juga : Pesawat Tempur Pernah Mendarat di Sarolangun

Sementara pembangunan rel kereta api di Kabupaten Sarolangun, hanya menunggu waktu pelaksanaan, yakni tahun 2018 mendatang, melalui anggaran APBN.

Menurut Kadishub Endang Abdul Naser, kepada koran ini belum lama ini mengatakan, pembangunan rel kerata api itu akan dilaksanakan oleh pusat pada fase kedua, sebab pembangunan fase pertama masih di wilayah Bengkulu dan Palembang.

“Fase ke dua tahun 2018, nunggu giliran, ini sudah dipetakan oleh pusat, kita hanya siapkab lahannya, 3 hektar sudah kita siapkan untuk terminal kereta api, kalau bisa disitu juga deponya atau bengkelnya disana, yakni dibelakang terminal bus,” katanya.

Ia menyebutkan pembangunan rel kereta api sejalur dengan rel kereta api Lubuk Linggau, diteruskan ke Sarolangun kemudian ke Jambi dan konek dengan Tanjabtim.

“Jalurnya Linggau, Sarolangun, Jambi dan koneknya ke Tanjabtim. Jadi, Orang Linggau turun di Sarolangun bisa langsung naik bus di terminal kita,” jelasnya.

Disamping itu, jika pembangunan rel kereta api selesai dilaksanakan, maka transportasi jalur darat bagi masyarakat akan lebih mudah, bahkan pengangkutan batu bara juga akan lebih efisien, sehingga tidak mengganggu jalur lalu lintas kendaraan Sarolangun-Jambi.

“Selain untuk penumpang, nanti akan ada angkutan batu bara, bisa mengurangi pencemaran, gangguan jalan lintas. Hanya kita atur saja, bisa saja penumpang di siang hari, malamnya bisa angkutan batu bara,” pungkasnya.(so31)