sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Kepastian Identitas Mayat di Desa Baru Masih Menunggu Hasil Otopsi

Tampak identifikasi oleh tim forensik Polres Sarolangun di lokasi penemuan mayat. Poto:wahid

SAROLANGUN-Warga Desa Baru Kecamatan Sarolangun dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat di dalam kebun sawit, Selasa kemarin (07/03) sekitar pukul 12.00 WIB. Kodisi mayat yang sudah menjadi tengkorak dan menggunakan kaos hitam dan celana jeans.

Mayat yang sebagian besar sudah menjadi tengkorak tersebut ditemukan di semak-semak perkebunan sawit milik warga, yang berjarak tiga kilo meter dari Desa Baru, oleh dua orang pekerja sawit yang sedang memanen yang bernama Mahir bin Manan (45), dan Suyanto Bin Jumingin (45) ke duanya warga Desa Suka Jadi. Awalnya, kedua pekerja tersebut mencium bau busuk yang tak jauh dari tempatnya, dan  merasa ada yang aneh, membuat dua orang pekerja tersebut mencari asal muasal bau busuk tersebut.

Baca Juga : Penemuan Tengkorak Manusia Hebohkan Warga Sarolangun

Tak lama kemudian, saat mencari asal bau tersebut betapa terkejutnya, mereka (dua pekerja, red) melihat sesosok mayat tergeletak di samping batang sawit dalam kondisi yang mengerikan, sebab mayat tersebut sudah tinggal tulang belulang.

Kapolres Sarolangun AKBP Budiman BP, SH, MH, melalui Kabag Ops Polres Sarolangun, AKP Agus Saleh, Rabu kemarin (08/03) membenarkan penemuan mayat tersebut, saat ini pihak kepolisian sedang menangani kasus tersebut. Ia menyebutkan, setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian langsung turun ke Lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Benar, ada penemuan mayat di kebun sawit, kita sudah melakukan olah TKP pada Selasa kemarin kemudian dibawa ke RSUD Sarolangun. Namun saat ini mayat tersebut sudah dibawa ke RSUD Jambi untuk dilakukan otopsi dengan dikawal dua anggota kita,’’ katanya.

Ia juga menjelaskan, saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pencarian tentang identitas mayat tersebut, namun memang kuat dugaan mayat tersebut bernama Aris Kurniawan Bin Ramzi (17), warga Desa Baru, Kecamatan Sarolangun yang dikabarkan telah hilang sejak tanggal 28 Februari yang lalu.

“Kita tunggu saja hasil otopsi nanti, kita sudah siapkan dua orang dokter forensik dari Jakarta. Apakah nanti memang betul atau tidak mayat itu merupakan warga desa baru, dan apa penyebab kematiannya. Dari keterangan saksi yang kita terima dari keluarganya, melihat pakaiannya, dugaan kuat memang benar itu Aris, tapi kita harus memastikannya, kita tidak boleh menduga-duga,’’ tambahnya.

Selain itu, ia juga menegaskan pihak kepolisian juga belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah menjadi korban pembunuhan atau menderita penyakit. Dari hasil olah TKP, kepolisian tidak menemukan barang-barang yang mencurigakan seperti benda tajam atau sejenisnya di sekitar lokasi.(so31)