Advertisement
SEPUTAR SAROLANGUN

Keluarkan Bau Tak Sedap, Limbah Sawit PT LSP Jadi Perhatian Dewan

SAROLANGUN–Pabrik Sawit PT Lambang Sawit Perkasa (LSP), yang berlokasi di Kecamatan Bhatin VIII, desa Limbur Tembesi Kabupaten Sarolangun, terus menjadi persoalan di tengah masyarakat.

Selain mengeluarkan bau busuk limbah ke udara ditengah pemukiman warga, limbah sawit ini juga sudah meluber ke anak sungai desa sekitar, bahkan juga mengenai area kebun warga yang berada disekitar pabrik.

Selain persoalan limbah, informasi yang dihumpun, dari warga sekitar, pabrik sawit LSP yang sudah berdiri selama dua tahun ini, tidak pernah memperhatikan lingkungan desa sekitar pabrik, LSP diduga belum pernah mengeluarkan dana CSR.

Selain itu, Pabrik Sawit LSP tidak memproritaskan membeli buah dari petani kebun setempat. LSP membeli buah sawit dari Kabupaten tetangga, yaitu dari Merangin, bahkan dari Kabupaten Musi Rawas.

Supratman, tokoh masyakat Bhatin VIII, Limbur Tembesi, yang juga anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, menyayangkan persoalan yang ditimbulkan PT LSP tersebut.

Supratman menilai, LSP seharusnya memberikan kesejahteraan kepada masyarakat sekitar, bukan sebaliknya, memberikan keresahan kepada warga.

“Tempo hari saya sudah turun ke Pabrik untuk melihat langsung persoalan limbah yang dilaporkan masyarakat kepada saya, dan memang nyatanya limbah itu memang meluber kemana mana, setelah kita tanyakan kepada pihak perusahaan, memang kolam limbah yang dibuat PT LSP tersebut belum permanen semestinya,”sebut Supratman.

Sambung Supratman, kalau persoalan kolam limbah ini, LSP tersebut belum layak beroperasi. Setelah melihat langsung ke Pabrik LSP itu, sulit bagi kita untuk membenarkan Pabrik itu terus beroperasi bila secara teknis fasilitas limbah cair yang dihasilkan tidak dilengkapi, atau belum permanent.

“Kalau persoalan buah sawit yang dibeli pihak perusahaan dari luar daerah, nanti akan kita tanyakan kebenaran itu kepada pihak perusahan, karena memang benar informasi yang didapatkan, bahwa PT LSP ini juga tidak memiliki lahan sawit inti di Kabupaten Sarolangun,”tegas Supratman.

Supratman juga menegaskan, pihaknya bersama masyarakat, akan merunut kembali persoalan izin berdirinya perusahaan pabrik sawit ini.

“Kita akan kembali kroscek soal izin perusahaan ini, kalau sudah menyalahi aturan, kita akan laporkan,”katanya.(so9)

 

Post Comment