sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Kebutuhan Ikan di Sarolangun Capai 9.000 Ton Pertahun

SAROLANGUN-Pemerintah Kabupaten Sarolangun di tahun ini akan berupaya mengenjot peningkatan produksi ikan lokal. Pasalnya kebutuhan ikan di Sarolangun sangat tinggi.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sarolangun, kebutuhan ikan pada tahun 2017 mencapai 9.000 ton, yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, hanya berkisaran 8.000 ton.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Asnawi, Rabu (03/01/2018) saat dinkonfiramsi sejumlah wartawan mengatakan bahwa jumlah kebutuhan ikan di Sarolangun setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, mengingat jumlah penduduk yang terus bertambah tiap tahun.

Untuk menutupi hal harus tersebut, pihaknya akan segera mensiasati dengan menggenjot hasil produksi ikan lokal.

“Cukup banyak, sudah kita hitung, tahun 2017 saja mencapai 9.000 ton kebutuhan ikan di daerah kita ini. Kalau dipersentase pasokan ikan di daerah kita hanya berkisar di angka 30 hingga 35 persen, selebihnya dari luar. Nah untuk menutupi itu tahun depan kita akan genjot dari sudut produksi minimal 50 persen mampu disumbangkan dari dalam daerah,”katanya.

Asnawi juga mengatakan, bahwa untuk saat ini di Sarolangun jumlah kolam mecapai kurang lebih 200 hektar. Jumlah tersebut tersebar hampir di setiap kecamatan.

“Kalau untuk kolam kita sudah lumayan banyak, tinggal lagi pembinaan para kelompok tani ikannya, kemudian kita juga akan membantu dari sudut fasilitas seperti pakan ikan, vitamin ikan, bantuan benih ikan serta mesin pakan ikan , ini yang akan kita fokuskan nantinya,”jelasnya.

Tak hanya itu saja, kolam ikan yang ada saat ini, adalah milik warga itu sendiri dan sebagian pembuatannya dibantu oleh pemerintah. Untuk jenis ikannya bervariasi, mulai dari ikan emas, lele, patin, gurame hingga ikan bawal.

“Lumbung kolam di Sarolangun ini juga paling banyak di Kecamatan Singkut dan ini sudah banyak yang produksi tapi memang dengan anggaran terbatas belum maksimal untuk pembinaannya,”tambahnya.

Selain memamfaatkan kolam, lanjut Asnawi, pihaknya juga akan memfokuskan pengembangan sumber daya alam yang ada seperti keramba ikan di sungai, memamfaatkan danau atau waduk. “Jadi intinya produksi yang akan kita fokuskan pada tahun ini,”tukasnya.(so31)