sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Kapolda: Di Cina Harga Shabu Rp 300 Ribu, Di Jambi Rp 2 Milyar

FOTO utama KAPOLDA
Kapolda Jambi Brigjen Pol Drs Yazid Panani melakukan kunjungan kerja ke Sarolangun, akhir pekan lalu. Foto Hamzah

SAROLANGUN-Kapolda Jambi, Brigjen Pol Drs Yazid Fanani MSi memaparkan, tingkat peredaran narkoba di Provinsi Jambi terbilang tinggi. Untuk saat ini berada pada peringkat keempat se Indonesia.

Menurut Kapolda saat kunjungan Kerje ke Sarolangun akhir pecan lalu, tingginya peredaran narkoba Jambi juga dibuktikan, dari 2 ribu jumlah penghuni Lapas kelas II A Jambi, hampir 60 persen adalah penghuni yang berlatar belakang dari kasus narkoba. Ditahanan Mapolda Jambi, dari 80 orang jumlah tahanan sebanyak 50 orang yang berasal dari kasus narkoba.

“Jambi merupakan salah satu wilayah yang memiliki resiko yang tinggi dalam penyalahan narkoba,”sebutnya.

Ilustrasi peredaran narkoba di Jambi, kata Kapolda, di China harga 1 Kg shabu Rp 300 ribu, lalu dibawa ke Jambi dengan harga 1 kg Rp 2 Milyar. Harga 1 Kg shabu sama dengan 4 Kg emas kalau di Jambi. Jadi kurir misalnya, dari Aceh menuju  ke Jambi diupah Rp 50 juta untuk 1 Kg shabu. Jikalau 5 Kg shabu, tentu saja upah kurir Rp 250 juta, kemudian 1 Kg shabu sesampai di Jambi dipecah-pecah oleh Bandar menjadi 1 gram, 2 gram dan lainnya.

“Mengantisipasi tingginya peredaran narkoba di Jambi, tidak bisa dilakukan oleh polisi sendiri, tapi peran kita semua, dari eleman yang kecil, yakni keluarga dan masyarakat,”tegas Kapolda. (se10).