SEPUTAR SAROLANGUN

Kakanwil Damaikan Atasan dan Bawahan di  Lapas Sarolangun

BERDAMAI: Nasrul dan Amran melakukan salam komando, setelah sebelumnya terjadi kesalahpahaman. Poto:birin

SAROLANGUN-Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Jambi Drs Agus Nugroho Yusuf, MSi,  meluruskan isu miring yang terjadi di Lapas Klas III Sarolangun beberapa waktu yang lalu. Isu tersebut terkait adanya pemberitaan di salah satu media online yang menyebutkan adanya insiden pemukulan oleh atasan terhadap petugas penjaga pintu utama (P2U).

Menurut Agus pemberitaan tersebut tidak sepenuhnya benar. Hanya terjadi kesalahpahaman antara petugas yang menjabat sebagai Kasubsi Warga Binaan dengan petugas P2U yang bernama Amran Naibaho .

Menurutnya Agus Nugroho, pemberitaan yang memberikan judul “Menolak Keluarkan Tamping Korupsi, Petugas P2U Lapas Sarolangun Dibogem Pimpinan” adalah sebuah judul dan pemberitaan yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

“Padahal kejadiannya tidak seperti itu, ini pelakunya dan ini korbanya,’’ ujar Kakanwil sambil menunjukkan kedua belah pihak yang berada didekatnya itu, kemarin (29/03).

Menurutnya, kesalahpahaman itu sudah diselesaikan pada saat itu juga. ‘’Tapi karena sudah sampai kepemberitaan jadinya banyak ditambah-tambahkan,’’ kata Kakanwil.

Dirinya juga menceritakan kronologis kejadian sebenarnya bahwa kejadian pada tanggal 14 Februari 2019 lalu persoalan tersebut sudah diselesaikan.

“Pada hari itu juga kedua belah pihak ini sudah didamaikan oleh atasan mereka langsung tidak ada maslah lagi,’’ cetusnya.

Dikatakannya juga, terkait pemberitaan yang mengatakan pengeluaran tamping korupsi diluar tembok tersebut juga disampaikannya kepada wartawan ini.

“Ini bukan persoalan pengeluaran tamping korupsi keluar tembok, tapi ini persoalan pengeluaran tamping merah putih untuk memebersihkan bagian luar Lapas, pada saat itu dalam rangka memperingati hari bhakti pemasyarakatan,’’ tuturnya lagi.

Sementara itu, terkait pemukulan atau yang disebut bogem seperti juga diberitakan dimedia tersebut, Nasrul dan Amran Naibaho juga tidak membenarkannya.

“Itu bukan bogem, hanya saya tepis saja kearah wajahnya, namun sebetulnya kami berdua setelah kejadian itu sudah berdamai dan kami mengaku bersalah,’’ ungkap Nasrul dan dibenarkan Amran.

Dengan dihadiri langsung kakanwil Provinsi Jambi Agus Nugroho dan Betni Admin Kanwil Kemenkumham Provinsi di Lapas Kelas III Sarolangun kemarin, kedua belah pihak akhirnya bersalaman dengan salam komando.(so30)