sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Kades Dikukuhkan Jadi Pemangku Adat

Pelantikan Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Sarolangun beberapa waktu lalu. Fhoto : Dok

SAROLANGUN-Para kepala desa hasil pemilihan Kades Serentak yang baru dilantik bulan yang lalu dikukuhkan menjadi pemangku adat di desa masing-masing. Kemarin, Bupati Sarolangun mengukuhkan Kades sebagai pemangku adat di Kecamatan Cermin Nan Gedang dan Limun. Sementara pekan lalu, Bupati telah mengukuhkan Kades di Kecamatan Pelawan dan Singkut menjadi pemangku adat. Nantinya Bupati Sarolangun H Cek Endra, juga akan mengukuhkan Kades di kecamatan yang tersisa menjadi pemangku adat desanya masing-masing.

“Dengan demikian dengan pengukuhan ini Lembaga Adat ditingkat Desa langsung terbentuk pengurusnya. Dimana nanti Kades akan langsung berperan sebagai kepala Adat didesa masing-masing,”kata Cek Endra, kemarin.

Dilanjutkannya, untuk gelar adat yang diberikan kepada Kades terpilih, nama gelar itu disesuaikan dengan histori sejarah desa itu. Gelar adat yang diberikan kepada Kades itu, merupakan gelar jabatan. Jadi Kades bisa memakai gelar itu hanya selama menduduki jabatan sebagai Kades. Jadi gelar adat yang diberikan bukan gelar pribadi atau abadi.

Untuk desa pada di sepuluh kecamatan yang belum dikukuhkan pemangku adatnya, Cek Endra berjanji akan mengukuhkan secepatnya dalam bulan ini. Hal ini mengingat untuk pengurus dari masing-masing desa di Kecamatan dan desa desa akan segera terbentuk.

Pada pengukuhan adat yang dipegang oleh Kepala Desa terpilih ini, dilakukan di lapangan terbuka, di halaman kantor Camat masing-masing. Tujuannya agar pengukuhan ini, disaksikan langsung oleh masyarakat di desa tersebut. Dengan demikian para Kades yang dikukuhkan, dalam melaksanakan tugasnya, akan memiliki tanggunjawab, dan beban moral yang tinggi.

Selain itu, Bupati Cek Endra juga menyinggung, persoalan kucuran dana dari pusat ke Desa pada tahun 2016 ini, setiap desa mendapat kucuran dana hampir satu miliar lebih. Dana itu tergabung dari dana Pusat, dan Daerah.

Untuk itu, para Kepala Desa diingatkan untuk mempergunakan dana tersebut, dengan baik dan benar. Serta berkonsultasi dengan BPD-nya, dengan bersinergi antar kades dan BPD, maka pelaksanaan pembangunan akan berjalan dengan baik.

“Dalam penggunaan dana tersebut tergantung desa masing-masing, apa yang mau dibangun untuk ekonomi kerakyatan, tapi hendaknya direncanakan dengan musyawarah di tingkat desa,”kata Cek Endra.

Diingatkan Bupati Cek Endra, bahwa setelah dana desa tersebut digunakan, penggunaan dana desa ini, nantinya akan dilakukan audit.

“Jadi laksanakanlah dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”pungkas Cek Endra.(so9)