sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Jelang Pecoblosan, Madel-Har Tertinggal Jauh dari CE-Hillal

SAROLANGUN- Berdasarkan Survei terbaru Charta Politika yang dilakukan 9 – 13 Januari 2107  lalu , tingkat keterpilihan pasangan Cek Endra – Hillalatil Badri (CE-Hilal) jauh meninggalkan lawannya, elektabilitas pasangan ini sebesar 58,5%.

Sementara Pesaingnya pasangan Muhammad Madel – Musharsyah dengan elektabilitas sebesar 27,3%. yang tidak tahu/tidak jawab (TT/TJ) sebesar 14,2%. Elektabilitas yang tinggi dari pasangan CE-Hilal ditopang dari kemenangan mereka hampir di semua kecamatan yang ada di kabupaten Sarolangun.

Sementara pada simulasi dengan menggunakan kertas suara, tingkat keterpilihan (yang mencoblos gambar) pasangan CE-Hilal naik dibanding dengan simulasi membacakan nama pasangan. Pasangan CE-Hilal naik dari 58,5% menjadi 63,5%, sedangkan pasangan Muhammad Madel – Musharsyah naik dari 27,3% menjadi 29,8%, dan yang tidak mencoblos (golput) 6,7%.

“Jika tak ada sunami politik, keunggulan CE-Hilal diperkirakan sulit tergoyahkan hingga hari penyoblosan pada 15 Februari 2017 mendatang. Pasalnya, tingkat kemantapan pemilih terhadap pasangan ini juga sangat tinggi, yakni 79,8% dari 58,5% pemilih, sementara pasangan Mahar mencapai 76,9% dari 27,3% yang memilih”, Ungkap Muslimin, Manager Riset Charta Politika saat di konfirmasi siang tadi, kamis (26/1).

Berdasarkan Rilis Charta politika yang di terima sarolangunonline.com via Email, Tingginya tingkat keterpilihan pasangan CE-Hilal tak bisa dilepaskan dari tingginya kepuasan pemilih terhadap kinerja pemerintah Sarolangun dan Cek Endra sebagai Bupati. Responden yang menyatakan kepuasannya (sangat puas dan cukup puas) mencapai 66%. Dalam hal ini, kinerja Pemerintah Sarolangun lebih diasosiasikan terhadap Cek Endra yang merupakan incumbent.

Pemilih lebih mempertimbangkan prestasinya sebagai pemimpin rekam jejak yang bersih dari korupsi sebagai dasarnya memilih seorang calon bupati. Proporsi yang sama berlaku ketika pemilih diminta untuk menentukan faktor mana yang lebih relevan dalam menilai kandidat: rekam jejaknya sebagai pemimpin daerah selama ini atau program yang ditawarkan untuk lima tahun ke depan.

Kecenderungan perilaku memilih yang memberi porsi cukup seimbang terhadap rekam jejak kepemimpinan seorang calon dibandingkan faktor lainnya sangat menguntungkan pasangan CE-Hilal. Pasalnya, seperti sudah disebut, pemilih relatif puas terhadap kinerja pemerintah Sarolangun. Dengan begitu, dorongan untuk memilih kembali Cek Endra besar sebagaimana tercermin dari tingkat elektabilitasnya.

“Meski peluang Madel-Musharsayh belum sepenuhnya tertutup, namun dari pengalaman pilkada sebelumnya, tidak mudah mengubah persepsi kepuasaan publik dalam waktu singkat. Terlebih, tingkat kepuasan responden relatif tinggi seperti pendidikan (70,8%), kesehatan (68%), keagamaan (83,3%), pelayanan publik (61%) dan keamanan (67,3%%). Dari sisi penilaian responden terhadap pribadi calon, Cek Endra dinilai lebih perhatian, jujur, mampu memimpin, dan tegas dibanding Muhammad Madel”, Terang Muslim.

Charta Politika dalam melakukan survei pada pilkada Sarolangun dengan menggunakan metoda penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan mewancarai secara tatap muka di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Sarolangun.

Sedangkan .Margin of error dalam survei ini sebesar +/- 4,9% pada tingkat kepercayaan 95%. (aji)