sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Janda Beranak Satu Dihamili Kades

MUARABULIAN- Isu tak sedap datang dari warga Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Kabar tersebut sontak membuat heboh warga. Masalahnya, berhembus kabar menyebutkan Kades Pulau Raman Kecamatan Pemayung Berinisial SL (38) telah menghamili salah satu warga yang noetebene janda beranak satu.

Salah seorang warga setempat berinisial D (35) membenarkan adanya isu tersebut. Dikatakannya, oknum kades tersebut telah menghamili seorang janda beranak satu berinisial Y (35).

“Yang lagi dibicarakan disini seperti itulah bang kabarnya. Janda itu juga masih keluarganya pak kades. Kata warga yang meminta agar namanya disembunyikan.

Warga menjelaskan, atas perbuatan Kades, keluarga dari pihak perempuan sudah melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

“Iya, pada Minggu (12/11) malam sekitar jam 22.00,  kabarnya keluarga perempuan sudah melapor ke polsek Pemayung,”tambahnya.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Pemayung AKP Marwinyansyah saat dikonfirmasi, mengaku belum mendapat informasi pasti terkait adanya laporan oknum kades yang menghamili warganya.

“Saya belum terima laporannya, kalau dengar-dengar emang ada info tersebut. Tapi nanti kita kabari lagi kalau sudah pasti,”kata Kapolsek.

Terkait hal ini, Kanit PPA Ipda Ritma Jayanti saat ditemui sedang bertugas diluar. Namun beberapa anggota yang berada di unit PPA mengatakan hingga saat ini belum ada laporan yang masuk.

“Kita memang dengar ada info tersebut, tetapi belum ada masuk ke sini. Sepertinya masih di Polsek pemayung, “ungkap seorang anggota PPA reskrim Batanghari.

Hal senada turut dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari Iptu Dimas Arki Jatipratama, melalui telpon seluler, dirinya mengatakan memang mendengar adanya laporan tersebut, namun belum masuk ke Polres. “Coba dihubungi kapolseknya aja ya. Kebetulan saya sedang di Jambi ada kegiatan,” tutupnya.

Terpisah Camat Pemayung saat dikonfirmasi hal ini, meskipun membenarkan adanya isu ini namun dirinya tidak dapat berkomentar terlalu banyak.

“Iya ndo, infonya seperti itu, tapi nanti akan kita panggil untuk menanyakan yang sebenarnya.  Tentu kalau memang terbukti kan tau lah kan sanksinya apa,” kata M Amin, Camat Pemayung.(hur)