sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Jamtung Nyaris Ambruk, Pelajar Bertaruh Nyawa ke Sekolah

RUSAK: Tampak jembatan gantung nyaris ambruk di Desa Raden Anom, Kecamatan Batang Asai. Poto:wahid

SAROLANGUN–Akibat air sungai Kalimau Desa Raden Anom Kecamatan Batang Asai meluap menyebabkan tebing di pinggiran sungai terkikis, sehingga tiang atau pondasi jembatan gantung di desa tersebut mengalami rusak parah, bahkan sling (tali besi jembatan, red) juga putus, akhirnya Jembatan Muaro Kalimau nyaris ambruk.

Jembatan gantung Muaro Kalimau, merupakan jembatan penghubung antara Desa Raden Anom menuju Desa Pekan Gedang, dimana jembatan tersebut mengalami rusak parah pada Senin lalu (20/2).

Peltu Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sarolangun, Arief Hamdani dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, pihaknya sudah meninjau jembatan Muaro Kalimau tersebut.

“Selain pondasi yang roboh, tali beli jembatan juga putus,’’ katanya saat di konfirmasi sejumlah awak media kemarin (22/02).

Menurut Arif, jembatan Muaro Kalimau terakhir direhab pada tahun 2016. Saat itu, hanya papan lantai yang direhab. Langkah ke depan, Ia akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sebab, di BPBD ada dana tanggap darurat. Jika dana tanggap darurat mencukupi, maka dalam tahun ini akan diperbaiki.

“Untuk kerusakan jembatan sudah kami dokumentasikan. Kami akan berkoordinasi dengan BPBD. Kalau tidak salah, kejadian seperti itu biasanya ada bantuan dari dana tanggap darurat. Hanya pondasi dan tali beli jembatan saja yang perlu diganti baru, dan juga akan direncanakan membangun turap di tebing sungai untuk penyangga tebing agar tidak runtuh,’’ jelasnya.

►►►2