sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Jalur Dua Simpang Kompi Sering Makan Korban

RAWAN: Tampak jalur dua simpang Kompi yang baru dibangun dinilai sangat rawan Lakalantas. Poto:adi

SAROLANGUN-Niat pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk membuat jalur dua dari depan BRI Simpang Kantor Bupati hingga simpang Kompi layak diapresiasi, sehingga bisa memperluas akses pengandara yang melintas, disamping itu juga menambah keindahan dalam kota karena ada taman bunga di pembatas jalan.

Namun dalam niat baik tersebut masih terdapat masalah baru, sehingga bisa memicu terjadinya kecelakaan lalulintas, karena pada bagian ujung jalur dua tidak dipasang rambu-rambu, dan penerangan, bahkan jarak penyempitan jalannya sangatlah pendek. Sehingga jalan tersebut menyebabkan rawan kecelakaan.

Ir Endang Abdul Naser, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sarolangun saat dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Bahkan menurutnya, baru-baru ini ada dua kendaraan menabrak pembatas jalan tersebut.

“Betul, disana sering terjadi kecelakaan, karena penyempitan jalan terlalu pendek, itu juga sudah ditegur Kapolres Sarolangun,”ujar Naser kemarin (12/2).

Yang lebih disayangkan Naser, saat pembangunan jalan jalur dua tersebut dinas terkait tidak ada koordinasi dengan pihak Dishub Sarolangun, yang lebih berkompeten menentukan secara teknis jarak yang harus diperhatikan.

“Itu proyek Dinas PU PR, tetapi tidak ada koordinasi dengan kita baik perencanaan maupun pengerjaannya, termasuk pasca pengerjaan yang bisa memicu kecelakaan,”tambah Naser.

Meskipun demikian, Dishub Sarolangun tetap melakukan koordinasi dengan pihak balai dari Kementerian Perhubungan yang membidangi itu, untuk dilakukan pemasangan rambu jalan, karena jalan tersebut merupakan jalan nasional.

“Untuk sementara setidaknya harus dipasang sepanduk, yang menyatakan sekian meter kedepan ada penyempitan jalan atau masuk jalur dua, sehingga para pengendara harus hati-hati,”tandasnya.

Senada dengan Naser, salah satu masyarakat setempat yang mengaku namanya Rendi juga mengungkapkan hal yang sama.

”Ini kalau dibiarkan bakal makan korban lagi, minimal spanduk dari seratus atau dua ratus meter sebelum jalur dua, syukur-syukur diberi penerangan,”harap Rendi.(so10)