sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Jalan Depan Kantor Bupati Sarolangun Ditutup

RUSAK: Jalan depan Kantor Bupati Sarolangun sampai saat ini masih memprihatinkan. Foto Hamzah

SAROLANGUN-Kondisi jalan depan kantor bupati Sarolangun mangkin memperihatinkan, pasalnya sudah beberapa tahun terakhir jalan utama komplek perkoantoran tersebut tidak kunjung mulus. Bahkan sampai saat ini dilakukan penutupan total, karena takut menelan korban.

Ironisnya, pemerintah daerah sudah beberapa kali menganggarkan dana untuk perbaikan, namun upaya tersebut terkesan mubazir, karena baru beberapa bulan sudah kembali longsor dan rusak.

Akibat penutupan jalan tersebut bisa mengganggu akses ke beberapa perkantoran seperti Gedung DPRD Sarolangun, Dinas Pendapatan Pengelolaan dan Keuangan Daerah (DPPKAD) Sarolangun dan Dinas Kesehatan.

Bagi masyarakat dan tamu yang tidak tahu kondisi jalan tersebut banyak yang terjebak dan kembali memutar arah, melalui halaman Kantor Bupati atau terpaksa melawan arus dari Pendopo Lapangan Gunung Kembang.

“Tadi kami mau ke Gedung DPRD, tapi jalan yang biasa dilalui sudah tutup, makanya terpaksa melawan arus lewat depan Kantor Dinas Kesehatan dan Dispenda,”ujar salah satu warga yang mengaku namanya Anton kemarin (27/1).

Anton mejelaskan, dengan melalui jalan depan Kantor Dinas Kesehatan dan DPPKAD tersebut, dirinya merasa tidak nyaman, karena melawan arus lalulintas.

”Takut nanti ada kendaraa lain dari arah berlawanan, sementara jalannya kecil, tetapi alhamdulillah tidak terjadi apa-apa,”terangnya.

Senada dengan Anton, salah satu pegawai yang tidak mau disebutkan namanya juga mengeluhkan kondisi jalan depan kantor bupati sarolangun tersebut, selan mengganggu transportasi, juga merupakan wibawa pembangunan di bumi sepucuk adat serumpun pseko.

“Malu kita kalau ada tamu dari luar daerah, masak depan kantor bupati jalannya seperti itu, bagaimana ditempat lainnya, mudah-mudahan cepat diperbaikilah,”harapnya.

Perlu diketahui, rasa prihatin juga pernah diungkapkan Ketua DPRD Sarolangun H M Syaihu, yang menyayangkan anggaran yang cukup besar namun tidak bermanfaat bagi masyarakat.(s010)