sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Isu Reshuffle Ganggu Kinerja Pegawai

GANGGU: Berhembusnya rencana reshuffle di lingkungan pemkab Sarolangun sedikit mengganggu konsentrasi pegawai. Tampak pelantikan pejabat beberapa waktu lalu. Foto : Dok/SO

SAROLANGUN-Kencangnya isu reshuffle kabinet di tingkat eselon II, III dan IV di bawah kepemimpinan Bupati Sarolangun H Cek Endra dan Wakil Bupati Hilallatil Badri dalam waktu dekat ini, membuat sebagian pejabat dibeberapa instansi terkesan malas melakukan aktifitas seperti biasanya, khususnya mereka yang memiliki jabatan startegis seperti Kepala Bidang (Kabid) atau Kepala Seksi (Kasi).

Dari pantauan wartawan di lapangan, terganggunya kinerja para pegawai yang memiliki jabatan tersebut, akibat ragunya para puluhan pejabat mengemban kerja. Pasalnya, mereka (Pejabat, red) beranggapan belum tahu apakah masih dipertahankan atau dipindahkan ke instansi lainnya.

“Mau kerja apa coba yang dikerjakan? Nanti kita buat program ternyata dipindahkan ke instansi lain, kan percuma juga. Lebih baik kami ini kerja sesudah reshuffle, jadi jelas jabatan dan tanggung jawab yang diemban,”kata salah satu pejabat Sarolangun yang namanya enggan dipublikasikan.

Sementara itu, Bupati Sarolangun Cek Endra saat dikonfirmasi wartawan terkait rencana reshuffel mengatakan, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan reshuffle di tingkat eselon III dan IV terlebih dahulu.

“Kita ikuti aturan saja, kemungkinan dalam waktu dekat ini kita akan lakukan reshuffle untuk jabatan eselon III dan IV. Sementara untuk yang eselon II ditahap selanjutnya. Yang pasti kita mau secepatnya dilaksanakan,”kata Bupati.

Saat didesak sampai mana perkembangan tim panitia seleksi melakukan kerjanya untuk melakukan reshuffle tersebut? Bupati mengatakan bahwa sebentar lagi akan final, hanya saja pihaknya ingin memastikan pejabat yang baru akan dilantik tidak salah penempatannya.

“Kalau tim seleksi sudah final, pokoknya dalam waktu dekat ini akan kita lantik pejabat eselon III dan IV, sementara yang pejabat eselon II kemungkinan tahap dua,”pungkasnya.(so9)