sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Isu Penggusuran Pemungkiman Warga SAD Ternyata Info “Sesat”

WAWANCARA: Tampak Misriadi saat diwawancarai wartawan. Poto:wahid

SAROLANGUN-Selain meminta penjelasan mengenai rencana pembangunan pemukiman warga SAD di Desa Suka Damai, Kecamatan Limun, Dua Kelompok pemukiman Warga SAD di kawasan hutan juga ternyata mengaku telah digurus.

Hal itu katakan Andraken alias beken,  Ketua Adat SAD setempat, Selasa (06/02)  kemarin, saat mendatangi Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)  Sarolangun.

Menurutnya, saat ini dikawasan pemukiman mereka sudah ada tiga alat berat berupa eskavator dan dozer yang beroperasi disana.  Ia menyebutkan keberadaan tiga alat berat tersebut sebagai ancang-ancang untuk melakukan penggusuran.

“Sekarang masih diselidiki, terkait ada penggusuran. Kata dari pihak kehutanan itu hanya isu,”katanya.

Namun ia menyebutkan, tiga alat berat tersebut diketahui milik dua perusahaan yang bekerja sama, yakni PT Pilar dan PT Gading karya Makmur.

“Keterlibatan perusahaan,  masih kita diselidiki. Kalau ada perusahaan terlibat  alat perusahaan akan kami suruh pulang, kalau tidak kami akan bakar, sekarang ada tiga alber,  eskavator dan doser di lokasi, sudah menumpuk kayu di lapangan. Ngambil kayu PT Pilar, dan perkebunan Gading Makmur pak.  Kira-kiranya akan merampas hak kita,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala KPH Hulu,  Misriadi, mengaku isu adanya penggusuran pemukiman SAD tersebut adalah tidak benar. Apalagi yang melakukan penggusuran adalah perusahaan PT Pilar dan PT Gading Karya Makmur.

“Terkait gusur menggusur adalah info yang sesat, saya pastikan itu tidak benar  dan saya sampaikan kepada warga SAD bahwa itu tidak benar. Saya berharap jangan mau diadu domba. Karena pihak perusahaan sudah berkomitmen, bahkan mereka melanggar kalau mereka menggusur, tidak akan mungkin dilakukan penggusuran,”katanya.

Dari perusahaan, lanjutnya. PT gading karya makmur bermitra dengan PT Pilar memang sudah melaksanakan aktivitas disana. namun, adanya informasi penggusuran bagi SAD itu adalah info sesat. Karena antara KPH dan dua perusahaan tersebut sudah ada kesepakatan bersama bahwa tidak akan mengganggu perkebunan masyarakat.

“Kasian hidup mereka (SAD) jadi resah, hidup mereka sudah susah. Jangan dibuat susah lagi. Dari kaca mata kami, perusahaan itu kami hargai hak hak mereka dan kami tegas perusahaan agar menghargai kebun masyarakat dan jangan diganggu, agar memang kehadiran PT itu harus bermanfaat bagi masyarakat. Kami yakin perusahaan tidak melakukan itu, karena kami sudah ada kesepakatan itu,”tukasnya.(so31)