sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Ironis, Madrasah Jadi Tempat Judi

SAROLANGUN–Sejak tiga bulan terakhir, Madrasah Ibtidaiyah di Desa Pangkal Bulian, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun sudah tak berfungsi lagi sebagai tempat menimba ilmu agama bagi anak-anak di desa. Lumpuhnya aktivitas di madrasah yang kondisinya memperihatikan, bukannya diperbaiki dan diatasi oleh pemerintah desa setempat, malah sekarang sudah jadi tempat main judi oleh warga setempat. Tentu kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah warga.

Ketua BPD setempat, Trisno kemarin (24/01) saat dikonfirmasi harian ini, membenar terjadinya kondisi madrasah seperti itu. Ia menegaskan masalah itu sudah sangat lama terjadi, namun belum ada jalan keluarnya. Ia menyebutkan, perbuatan main judi ini banyak dilakukan kalangan anak muda baik siang hari ataupun malam hari.

“Betul, memang madrasah itu tidak digunakan lagi, dan jadi tempat main judi, itu banyak anak muda, kadang diatas jam 11 malam, saat kita sedang tidur, kita tidak tahu, kadang juga siang hari,” katanya, saat dihubungi lewat telepon genggamnya.

Ia juga menerangkan, kondisi ini juga pernah dirapatkan oleh masyarakat desa, untuk mencari solusinya, namun tidak ada keputusannnya. Sebab faktor utama kendala tidak berfungsinya madrasah tersebut karena honor untuk para guru tidak dianggarkan oleh desa.

“Honor pengajarnyo tidak ada, di dalam anggaran desa, hanya ada gaji pegawai syaraq dan da’i, kalau memang mau, ya harus swadaya, tanpa pamrih, saya pikir guru tidak akan mau, kurang lebih sudah tiga bulan, madrasah tutup,’’jelasnya.

Saat ini juga, BPD serta masyarakat masih memikirkan bagaimana cara mengatasi ini untuk memenuhi honorer bagi para pengajar ini, sebab ini untuk kelanjutan pendidikan agama generasi muda.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sarolangun H Sulaeman, Saat di confirmasi terkait masalah itu mengaku belum menerima laporan dan tidak tahu apa masalah yang sebenarnya terjadi sehingga Madrasah tersebut tidak digunakan lagi. Namun ia akan segera mencari tahu kebenaran hal tersebut.

“Saya belum tahu masalahnya, kenapa ditutup. Kita belum ada laporan, nanti saya akan bahas masalah ini,’’ katanya, saat di hubungi  melalui telepon genggamnya, yang mengaku sedang perjalanan ke Jambi, untuk mengikuti Rakor Kanwil Kemenag Provinsi Jambi.

Ia juga menjelaskan, terkait persoalan ini akan langsung mengkoordinasikan dengan pegawai Kemenag yang mengurusi madrasah, untuk segera turun ke lokasi. (se31)