sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Imigrasi Kerinci Kerap di Datangi Calo Mengaku Wartawan

IMIGRASI : Kakanwil saat meninjau Kantor Imigrasi di Kerinci, beberapa waktu lalu. Photo : dok/sareks

KERINCI – Keberadaan kantor imigrasi di Kabupaten Kerinci, ternyata tidak hanya memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membuat pasport. Namun, banyak calo yang ingin mendapat keuntungan pribadi, menawarkan jasa kepada masyarakat, dengan iming-iming akan mendapat kemudahan dalam pembuatan paspor.

Bahkan untuk memuluskan proses pembuatan paspor, banyak calo yang mengaku dirinya sebagai wartawan, dan berharap bisa mendapatkan keringanan dari pihak imigrasi.

Hal ini diakui Kepala Kantor Imigrasi Kerinci, Azhar. Dia mengatakan, kerap didatangi calo yang berkedok sebagai oknum wartawan, dan meminta bantuan dalam pengurusan pasport. “Ada yang datang untuk meminta perubahan data tanpa mengikuti prosedur. Tapi tidak bisa kita bantu, karena menyalahi aturan,” ungkapnya.

Dia mengaku, tidak akan memberikan celah kepada calo untuk menjalankan aksinya di kantor imigrasi Kerinci. Hanya saja, pihaknya akan melakukan penolakan secara halus, agar tidak memunculkan masalah lain.

“Untuk perubahan data, tidak ada pungutan biaya sepeserpun. Asalkan sudah dilakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh petugas, dan sesuai aturan. Namun kadang, masyarakat malah diminta biaya oleh calo hingga jutaan rupiah,” jelasnya.

Azhar menambahkan, tidak pernah pilih kasih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahkan kepada pejabat sekalipun. “Kita akan memberikan kemudahan, seperti kepada orang yang sakit. Hanya saja tidak menyalahi prosedur. Kami tidak akan pernah mengambil bayaran lebih kepada masyarakat,” tegasnya.

Ini semua dilakukan, bukan karena ingin mempersulit pembuatan paspor. Hanya saja memang sudah ada aturan tegas dari pusat yang mengatur soal itu.

Disamping itu, pihaknya berupaya untuk menyelamatkan masyarakat, agar tidak menjadi korban perdagangan manusia, dan bekerja secara ilegal, tanpa ada jaminan keamanan dari negara.

“Kalau TKI ilegal, jika terjadi sesuatu pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Namun jika menjadi TKI resmi, pemerintah bisa bertanggungjawab dan memberikan bantuan,” ungkapnya.

Tidak sedikit juga TKI ilegal yang dijual, dan dipekerjakan dengan mendapat upah rendah. Saat akan berhenti kerja, majikan meminta uang dalam jumlah besar, karena merasa sudah membayar kepada calo .

“Banyak calo yang kadang berasal satu kampung dengan para TKI itu sendiri, makanya kita harus hati-hati,” beber Azhar.

Diakuinya, dengan adanya aturan baru yang memperketat syarat membuat paspor, banyak masyarakat yang tidak senang, sehingga membuat isu-isu yang tidak benar, apalagi di media sosial.

Tidak sedikit juga yang menganggap petugas mempersulit mereka dan pilih kasih dalam memberikan pelayanan. Padahal itu tidak ada. Namun, pihaknya tetap tidak akan menyalahi aturan yang ada.

“Kita berharap masyarakat bisa memahami tugas imigrasi. Mau buat paspor di mana saja aturannya juga sama. Di Jambi dan tempat lain juga begitu,” pungkasnya.(so15)