sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Giliran Asep Kurnia Diadili Kasus Korupsi Jamtung Ujung Tanjung

sidang-koropsiSAROLANGUN-Satu dari empat terdakwa dugaan korupsi pembangunan Jembatan Gantung (Jamtung) Desa Ujung Tanjung Kecamatan Sarolangun Asep Kurnia saat ini masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi. Pasalnya berkas perkara tersangka baru dilimpahkan dikarenakan tersangka sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Sarolangun.

‘’Asep masih sidang, agenda sidang masih pemeriksaan saksi-saksi,’’ kata Kajari Sarolangun melalui pejabat PPID Yayat Hidayat, SH, ketika dihubungi harian ini, kemarin (21/11).

Menurut Yayat, Asep juga dijerat dengan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (tipikor) pasal 2 yakni melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dan pasal 3 yakni menyalahgunakan kewenangan.

Sementara soal vonis pengadilan yang telah dijatuhkan kepada tiga terdakwa lainnya menurut Yayat, ketiga terdakwa dan JPU masih pikir-pikir.

Seperti diketahui tiga dari empat terdakwa korupsi Jamtung Ujung Tanjung masing-masing Dodi Irhandi, Epi Suryadi dan Adni sudah divonis 1 tahun 4 bulan oleh pengadilan Tipikor Jambi. vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU Kejaksaan Negeri Sarolangun yang menuntut terdakwa 1 tahun 6 bulan.

Dodi Irhandi, Epi Suryadi dan Adni lebih duluan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor sementara Asep Kurnia sempat menjadi DPO, belakangan Asep Kurnia berhasil ditangkap oleh Kejari Sarolangun.

Dodi Irhandi yang saat ini menjabat sebagai Sekdin Dinas PU – Pera berperan sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), sementara Adni yang saat ini tercatat menjabat Kabid di Distaksiman berperan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sementara Epi Suryadi dan Asep Kurnia merupakan rekanan pelaksana proyek.

Jembatan Gantung yang berada di Desa Ujung Tanjung, dikerjakan pada tahun 2014 lalu yang dikerjakan oleh PT Adipati menggunakan dana APBD Kabupaten Sarolangun sebesar Rp.2,5 Miliar.(so9)