sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Gaji Menurun, Sejumlah Honor PTT Mengeluh

MUARABULIAN-Honor untuk Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Setda Batanghari, tahun ini turun dibandingkan tahun lalu. Jika tahun lalu honor PTT sebesar Rp 1.250.000, untuk tahun ini hanya menjadi Rp 900.000. Seperti dikatakan seorang PTT di Setda Batanghari yang meminta agar namanya disembunyikan.

“Iya honornya tidak sebesar tahun kemarin, sekarang hanya Rp 900 ribu,”katanya.

Padahal, lanjutnya, rata-rata PTT adalah bagian cleaning service serta administrasi dan operator tenis di setiap bagian adalah wanita.

“Khusunya cleaning service mayoritas perempuan. Kami sangat mengharap honor untuk membayar anak sekolah ataupun membeli kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Umum Setda, Saryoto, membenarkan adanya perubahan nominal honor PTT.

“Tahun ini PTT sebanyak 117 orang, dan jumlah ini sudah bertambah kisaran 33 orang, sementara anggaran yang dialokasikan untuk membayar honor PTT berkurang dari tahun sebelumnya,” katanya.

Kondisi ini, lanjutnya sudah disampaikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda). “Kami sudah mengundang rapat semua PTT, kami juga sudah menyampaikan kondisi keuangan. Dan pegawai lama, menyatakan tidak mau di putus kontraknya dan mereka bersedia dibayar berapapun asalkan tetap bisa bekerja,”bebernya.

Dan untuk saat ini, bagian umum sudah kembali melakukan tes wawancara baik untuk Pegawai lama maupun pegawai baru. Selain PTT, honorer di Setda juga ada sebagai sopir kepala bagian sebanyak 10 orang dan akan ditambah 2 orang lagi, karena sesuai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, bagian disetda menjadi 12 bagian. “Selain itu juga terdapat pramusaji sebanyak 30 orang yang ditempatkan di rumah dinas bupati, wakil dan sekda serta PTT aplikasi komputer sebanyak 7 orang,”imbuhnya.

Tahun lalu, lanjutnya, honor untuk semua tenaga honorer jumlahnya sama yakni diangka Rp 1.250.000/bulan.

“Sekarang berbeda, untuk cleaning service honor nya paling kecil yakni Rp 900 ribu, sementara untuk yang lain masih di kisaran Rp 1 juta sampai Rp 1.250.000. Pertimbangannya disesuaikan dengan beban kerja dan resiko pekerjaan,”tutupnya.(hur)