sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Fikri Tenggelam di Kolam Bekas Galian C

Ilustrasi Orang tenggelam

KUALATUNGKAL- Nahas menimpa Fikri Ramadhan (10), warga Blok AB Perumahan Permata Hijau Rt 13 Kecamatan Tungkal ilir.  Fikri ditemukan meninggal di kolam bekas galian c saat dirinya pergi berlibur bersama belasan temannya dari Kualatungkal, Minggu (28/1).

Berdasarkan penjelasan Orang tua Korban, Rudi (35), pada paginya putra keduanya itu sempat meminta izin untuk bermain bersama temannya ke Rumah Adat Kualatungkal. “Pagi tadi dia ada minta izin dengan saya dan ibunya, katanya mau pergi main di Rumah Adat, tapi saya tidak tau mengapa sampai di Kolam Galian C,” ujar ayah korban, dengan nada sedih.

Sementara itu, salah satu sahabat korban menuturkan kalau dirinya sempat diajak sama kawan-kawannya untuk berlibur, hanya saja dia dilarang oleh orang tuanya sehingga batal ikut dengan  rombongan korban.

“Saya tadi pagi juga diajak sama kawan-kawan, tapi dak jadi ikut karena tidak di bolehkan,” pengakuan sahabat korban yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban.

Kronologis kejadiannya, korban bersama dengan belasan temannya dari Tungkal berniat pergi berlibur di Rumah Adat Kualatungkal, Minggu pagi sekitar pukul 08.00 wib. Kemudian korban bersama rombongan menumpangi truck pergi ke profit atau kolam bekas galian c yang biasa dijadikan anak-anak sebagai lokasi permandian saat berlibur di simpang tiga Gunung Mas Desa Lubuk Terentang Kecamatan Betara, sekitar pukul 12 tengah hari.

Korban yang tidak bisa berenang sempat dilarang oleh teman-temanya untuk tidak ikut berenang, namun tanpa diawasi orang dewasa korban tetap ingin ikut masuk dalam kolam permandian buatan tersebut bersama dengan temannya.

Dari keterangan saksi mata  P Silalahi, korban Fikri ditemukan dalam keadaan terapung didalam kolam bekas galian C, kemudian lansung di bawa ke Klinik Pertrochina pematang lumut sekitar pukul 13.55 wib, saat di periksa pihak klinik menyatakan denyut jantung korban atas nama Fikri sudah tidak ada.

“Kemungkinan setelah ditemukan, korban sudah kurang lebih satu jam tengggelam,” pungkasnya.

Pantauan suasana di rumah duka, isak tangis keluarga korban tampak tak bisa tertahankan, atas kepergian anak yang baru duduk di bangku kelas 4 SD itu.  Disisi lain, dari informasi yang dihimpun belasan temannya yang satu rombongan dari Tungkal diamnkan di Polsek Betara untuk dimintai keterangannya. (So29)