sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Faktor Defisit Anggaran, Pembentukan BNNK di Sarolangun Gagal

juddin
Kabag Kesra H Juddin, S.Ag

SAROLANGUN–Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun untuk membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sarolangun, dipastikan gagal dilakukan tahun 2016 ini. Padahal sebelumnya, Pemda Sarolangun sudah jauh-jauh hari mempersiapkan administrasi dan bahan naskah akademik yang diperlukan, bahkan sudah menemui Menpan RI, Kepala BNN RI di Jakarta.

Selain pembentukan BNNK butuh biaya yang sangat besar, perlu juga dikaji lagi biaya operasional dalam setahun. Tentu hal itu menjadi salah satu faktor utama dalam menjalankan program BNNK tersebut.

Kabag Kesra H Juddin, S.Ag, kemarin (14/9) saat menghadiri acara Sosialiasi P4GN, di aula Kantor Camat Sarolangun mengatakan, bahwa Kabupaten Sarolangun termasuk salah satu kabupaten yang mengusulkan pembentukan BNNK dari 268 kabupaten yang mengajukan.

“Kami kemarin sudah berjuang ke BNN, Naskah akademik sudah kita ajukan, proses demi proses kita jalankan, Sarolangun termasuk urutan ke 23 dari 268 Kabupaten se Indonesia yang mengajukan,’’ katanya.

Ia juga menjelaskan, faktor devisit anggaran pemerintah pusat menjadi kendala utama dalam pembangunan BNNK Sarolangun, sebab dari 268 Kabupaten yang mengajukan, hanya 18 Kabupaten yang bisa dibantu oleh BNN.

“Sarolangun belum bisa mewujudkan pembangunan BNNK tahun 2016 ini, namun kita tetap akan berupaya untuk itu, sebab Sarolangun saat ini menjadi kabupaten nomor tiga terbesar peredaran Narkoba di Jambi,” jelasnya.

Ditambahkannnya, ke depan, Pemda Sarolangun akan kembali menyusun naskah akademik, namun perlu dukungan tertulis dari masyarakat. Sebagai salah satu syarat yang akan diperlukan jika memang harus membentuk BNNK Sarolangun.

“21-22 September nanti akan ada pertemuan di Jambi, oleh BNN provinsi, kita akan buat kembali naskah akademiknya, dan kami minta dukungan masyarakat, yang dibuat secara tertulis. Kita harus perangi narkoba,’’ tandasnya.(mg1)