sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Dugaan Pungli di Disdukcapil Sarolangun Kembali Mencuat

pungliSAROLANGUN-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sarolangun, diduga terus melakukan kegiatan pungutan liar (Pungli). Pungutan diduga diambil untuk proses pengurusan pembuatan kartu keluarga, KTP dan akte kelahiran, dan ironinya pungli dilakukan secera terang terangan. Padahal Pemerintah Pusat telah membentuk Satgas Sapu Bersih (Saber) Pungli

Dihadapan Penjabat Bupati Sarolangun Arief Munandar, SE dan anggota Komisi II DPR RI Arteria Dahlan ST, MH, salah seorang mahasiswa Unja Kampus Sarolangun menyampaikan adanya praktek pungli dalam pembuatan e-KTP di lingkungan Disdukcapil.

“Selama ini saya membaca disalah satu media cetak mengabarkan bahwa pembuatan E-KTP itu gratis, akan tetapi kenapa kemarin ada salah satu warga yang ingin membuat KTP harus mengeluarkan biaya sebesar 200.000 rupiah,’’ kata Andra, mahasiswa semester 5 Universitas Jambi Kampus Sarolangun, kemarin (26/10).

Menanggapi pengaduan mahasiswa tersebut, Bupati Sarolangun Arief Munandar, langsung menjawab dan mengatakan bahwa dirinya akan menidak tegas dan mengajak pihak Dinas Dukcapil untuk bekerjasama memberantas pungli yang demikian.

‘’Jadi begitu ya adek mahasiswa, kita akan selidiki serta kita berantas tentunya hal ini dibantu juga oleh pihak dinas Dukcapil,’’ jawab Arief.

Laporan dugaan Pungli yang dilontarkan oleh perwakilan mahasiswa Sarolangun ini juga mendapat respon anggota DPR RI Arteria Dahlan, ST, MH, dan dirinya meminta kepada Pj Bupati Sarolangun dan para pihak terkait agar hal tersebut ditindak serius sehingga Pungli yang terjadi tidak akan terjadi lagi.

’’Tolong bapak bupati, serta instansi terkait ditindak lanjuti, agar nanti ini tidak akan terjadi lagi kedepannya,’’ tambah Arteria.

Sementara itu, Kadis Dukcapil H Haznul Sidki, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan membantah keras pihaknya telah melakukan pungli. Bahkan dia menantang siapa saja yang memiliki bukti silahkan melaporkannya ke pihak berwajib.

“Gedang ota (bohong besar, red) itu, mana buktinya kalau kami ada melakukan pungli, kalaupun ada silahkan melapor ke Polisi,”tantangnya.(so30)