sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Dua Toke Dompeng Jadi Pesakitan

SAROLANGUN–Dua toke dompeng atau yang sering disebut penambang emas tanpa izin (PETI) asal Kabupaten Merangin Yudha dan Zulfikar mulai disidang di Pengadilan Negeri Sarolangun. Ke duanya Selasa sore (06/12) harus rela duduk di kursi tedakwa, harus mengikuti sidang perdana beragendakan pembacaan surat dakwaan, dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Sarolangun, Tengku Oyong, SH. Terdakwa didampingi penasehat hukum, Irwan Henrizal.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Sarolangun membacakan surat dakwaan  kepada dua orang terdakwa. Kedua orang terdakwa ini, serius menyimak kalimat per kalimat surat dakwaan yang dibacakan Jaksa penuntut umum, Andiko, SH.

Usai Sidang, Andiko, SH selaku tim Jaksa, kepada Koran ini mengatakan dalam hal ini baru pembacaan kedua terdakwa saja, selanjutnya akan dilaksanakan sidang dengan agenda pemeriksaan para saksi-saksi, pada Kamis besok (08/12).

“Atas nama Yudha dan Zulfikar sudah dibacakan dakwaan oleh JPU, dan sidang harus diundur pada Kamis besok,” sebutnya.

Pihak JPU, menurut Andiko, akan memanggil seluruh saksi-saksi yang berjumlah 4 orang, terkecuali tim ahli.

“Seluruh saksi kita akan panggil,” tutupnya sesaat sebelum meninggalkan Pengadilan Negeri Sarolangun.

Seperti diketahui Kepolisian Resort Sarolangun, 24 Agustus yang lalu berhasil mengamankan 1 Kg lebih butiran emas dan uang ratusan juta rupiah dengan dua pelaku atas nama Yudha Ahmada (33), dan Zulpikar (37). Keduanya diketahui warga Kabupaten Merangin. Ke dua pelaku diamankan di ruas Jalan Sarolangun-Batang Asai, tepatnya di Desa Pulau Pandan, Limun.

Saat digeledah anggota mobil Honda Jazz bernopol BH 1214 LP yang ditumpangi ke dua pelaku didapatkan emas masih dalam bentuk butiran seberat 1.157 gram, uang senilai Rp 206.500.000, dan kertas slip penarikan bank Mandiri tertanggal 23 Agustus 2016 senilai Rp 800 Juta.

Selain mengamanakan barang bukti butiran emas dan uang, juga ikut diamankan Satu HP Nokia, satu Unit Timbangan digital dan satu tas ransel warna hitam.

Dari hasil penyidikan menurut Polisi, kedua pelaku ini melakukan modusnya dengan membeli emas-emas hasil PETI yang ada di Sarolangun ini, kemudian mereka jual ke daerah lain.(so31)