sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Dua Toke Dompeng Divonis Bebas, JPU Tidak Puas Langsung Kasasi

Dua tersangka Penadah Emas Hasil PETI yang sekarang divoni Bebas saat diamankan polisi beberapa waktu lalu. Photo: Dok/SO

SAROLANGUN–Dua orang terdakwa yang melakukan tindak pidana illegal mining (penambangan emas illegal, red) Yudha Ahmada dan Zulfikar divonis bebas oleh Mejelis Hakim Pengadilan Negeri Sarolangun dalam sidang pembacaan putusan yang dilaksanakan Kamis sore (16/2).

Kedua terdakwa merupakan toke dompeng yang ditangkap oleh pihak kepolisian dan TNI 24 Agustus lalu, di Desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun, dengan barang bukti serbuk mineral yang mengandung emas seberat 1,1 Kg, uang senilai Rp 200 juta beserta timbangan digital yang berada di dalam ransel milik terdakwa.

Dengan putusan mengejutkan tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sarolangun merasa tidak puas dan akan melakukan upaya hukum Kasasi. Padahal sebelumnya JPU telah menuntut dengan tuntutan pidana masing-masing dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda sebesar Rp 2 Miliar, sesuai dengan UU 161 UU RI Nomor 4 tahun 2009. Yang lebih mengejutkan lagi, keputusan majelis hakim juga mengembalikan seluruh barangbukti yang disita kepada ke dua terdakwa.

Ardi Herliansyah, SH, selaku JPU yang ditunjuk oleh Kejari Sarolangun dalam kasus tersebut, merasa tidak puas dengan keputusan yang diberikan majlis hakim di persidangan, yang dipimpin oleh hakim Ketua R Agung Aribowo, dengan anggota Muhammad Affan, dan Irse Yanda Prima.

‘’Ini diluar dugaan kami, karena fakta penyidikan semuanya jadi fakta persidangan, sikap kita tidak puas karena kita sudah maksimal, tidak satupun fakta penyidikan yang tidak jadi fakta persidangan,” katanya saat diwawancarai awak media, di Kejari Sarolangun, Kamis malam kemarin.

Ia juga menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan barang bukti yang kuat dalam persidangan, serta keterangan saksi ahli, yang menyebutkan apabila ada barang mineral yang diambil dengan cara illegal itu menjadi milik Negara.

Kemudian, ke dua terdakwa juga tidak bisa menunjukkan surat izin pada saat membawa serbuk mineral tersebut, dan hal itu diakui terdakwa dalam persidangan bahwa ke dua terdakwa membeli emas dari pelaku penambangan emas tanpa izin alias dompeng.

“Kesimpulan tidak terbukti, hakim berpendapat serta merta tidak terbukti. Saya selaku JPU yang ditunjuk pimpinan sikap final sudah saya laporkan ke pimpinan Kejari, sampai Kejati. biasanya akan ada Kasasi sesuai aturannya, kalau sudah divonis bebas,’’ tambahnya.

Ia juga menceritakan alur persidangan, dari awal kedua tersangka berangkat dari Bangko membawa uang senilai Rp 800 juta menuju Kecamatan Limun, untuk melakukan transaksi jual beli emas. Dibuktikan dengan adanya slip penarikan uang sebesar Rp 800 juta dari Bank Mandiri Bangko. Kemudian dibelanjakan untuk pembelian emas Rp 600 juta dan tesisa duit Rp 200 juta yang ditemukan petugas.

“Terdakwa juga mengakui dia membeli tapi dia tidak ingat siapa dan dimana rumahnya,’’ jelasnya.

“Hakim majelis menilai dakwaan penuntut umum tidak terbukti, akhirnya membebaskan ke dua terdakwa, semua barang bukti dikembalikan kepada asalnya yakni kedua terdakwa,’’ tambahnya lagi.(so31)