sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Dua Tahun Kepemimpinan Kapolres Sarolangun AKBP Budiman Bostang Panjaitan, SH, S.IK, MH

Dengan Pendekatan Jitu, Kantibmas Kondusif

SAROLANGUN-Dua tahun memimpin Polres Sarolangun, AKBP Budiman Bostang Panjaitan, SH,S.IK, MH dinilai berhasil.

Salah satu indikasi keberhasilannya, Kantibmas di wilayah Hukum Polres Sarolangun dapat dibilang kondusif. Untuk mewujudkan hal itu, memang tidak semudah membalik telapak tangan. Sebab sebelumnya, Kabupaten Sarolangun pernah dikenal secara nasional karena aksi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan kasus pembakaran Mapolsek Limun.

Tentu saja sosok Kapolres Kelahiran Pekan Baru 18 April 1976 ini punya jurus yang jitu untuk menciptakan Kantibmas di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko ini selalu kondusif. Diantaranya dengan pendekatan Keagamaan, Pendidikan dan olahraga.

Dengan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren, organisasi keagamaan lainnya serta memberi kuliah umum di sejumlah Perguruan Tinggi di Sarolangun, sosok polisi  Budiman Bostang Panjaitan kian dengan dekat dengan semua elemen masyarakat di Kabupaten Sarolangun.

Selain itu, selama menjabat sebagai orang nomor satu di polres Sarolangun, sejumlah kasus berhasil diungkapnya. Seperti kasus toke Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), dan kasus perdagangan kulit harimau sumatera.

Sebelum  memimpin Polres Sarolangun, Kapolres Budiman Bostang Panjaitan sudah banyak mengenyam asam garam di Polda Sumut dan Polda Metro Jaya. Mulai dari jabatan Danton, Dankie Satbrimob, Kapolsek, Kasat, dan Wakapolres.

Dan tak hanya di Polda Sumut, sebelum memimpin Polres Sarolangun, Bostang pernah menjabat Kaden D Satbrimob Polda Metro Jaya. Setelah sukses memimpin Polres Sarolangun sejak Mei 2015 sampai Mei 2017, kini Budiman Bostang Panjaitan mendapat jabatan yang sama sebagai Kapolres Bungo.(SO)