sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Dua Kulit Harimau Siap Offset Disita

Photo kulit harimau
DISITA : Polisi memperlihatkan kulit harimau yang berhasil disita. Photo : mardiyansah

JAMBI – Petugas subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi bersama dengan seksi dua Balai GAKKUM LHK Wilayah Sumatera dan KSDA Jambi melakukan penggerebekan di Rumah Pelaku beralamat Lrg Haji RT 05. No 28 kelurahan Wijayapura Kecamatan Jambi selatan yang memiliki atau menguasai satwa langka yang dilindungi. Dengan didampingi ketua RT. Setempat An. Abdul Rakhman petugas mendapatkan 2 (dua) lembar kulit harimau siap untuk di offset yang diletakkan di dalam 2 (dua) buah ember plastik warna putih sebagaimana yang disampaikan oleh kapolda Jambi Yazid Fanani dalam jumpa pers siang kemarin di ruang rapat lantai dua Polda Jambi.

“Pihak kita melalui petugas subdit IV Ditreskrimsus polda Jambi sore kemarin melakukan penggerebekan dengan temuan dua kulit harimau,” ujarnya sembari menunjukkan kulit harimau tersebut.

Tak hanya itu, dengan adanya temua kulit harimau tersebut petugas lanjut melakukan penggeledahan di sekitar perkarangan rumah pelaku, alhasil petugas menemukan barang-barang hasil offsetaan satwa liar yang dilindungi seperti 6 kepala Rusa, 1 ekor kucing emas, 1 ekor macan dahan, 1 ekor kucing hutan, 1 ekor tringgiling yang masing-masing siap offset. Satwa-satwa ini sendiri didapat dari wilayah sekitar jambi dan masih dlam tahap pengembangan pihak polda jambi

“Ini didapat dari wilayah sekitar Jambi, seperti misalnya palembang sumatera barat dan lainnya. Menurut pengakuan mereka juga memperoleh dari orang lain dan hal ini masih dalam tahap pengembangan kita” jelas Yazid sambil menunjuk barang-bukti satwa-satwa offset.

Adapun tersangka yakni sepasang suami istri Berinisial MN (49) dan W (45), mereka telah melanggar UU no 5 tahun 1990 pasal 40 ayat 2 (dua) dan pasal 21 ayat 2 (dua) tentang konservasi sumber daya alam (KSDA) “mereka diancam dengan pidana kurungan paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah sesuai undang-undang yang ada” taambah Yazid Fanani.

Sementara itu melalui Purwanto selaku Kasubag PLH provinsi jambi kejadian ini sudah dua kali terjadi dalam tahun ini. Untuk populasi Harimau Sumatera di Jambi sendiri aada sekitar 400 ekor dan diindikasi masih terus diburu oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

“Kalau tidak salah sudah dua kali hal seperti ini terjadi, meskipun ada indikasi kita tetap memeriksa satwa-satwa yang dilindungi termasuk diantaranya buaya, kancil, gajah dan lainnya,”katanya. (mar)