sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

DPMPTSP Ancam Cabut Izin Minimarket Jual Produk Kadaluarsa

SAROLANGUN-Pasca ditemukannya barang yang sudah kadaluarsa dan masih dijual oleh pihak perusahaan Alfamart dan Indomaret pekan kemarin, Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu akan mendatangi perusahaan tersebut. Kedatangannya untuk menindaklanjuti persoalan yang dilakukan oleh Alfamart dan Indomaret, kenapa barang yang sudah kadaluarsa masih disimpan dan dijual kepada konsumennya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Darul Rozi mengatakan, Sidak yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop dan BPOM Jambi kemarin sudah tepat sasaran, sehingga pihaknya mendukung penuh kegiatan Sidak tersebut.

“Jelas mengingat barang yang dijual ada instansi yang yang bersangkutan yaitu ada Perindagkop, BPOM, Satpol-PP, dan ini berjalan lancar, sehingga ketemu perusahaan yang menjual barang sudah kadaluarsa, tentu ini akan kita tindak lanjuti sesuai dengan peraturan awal,’’ ungkap Darul.

Tindakan berupa apa yang akan dilakukan nanti? Darul Rozi menegaskan akan memperingati pihak perusahaan tersebut agar tidak terjadi lagi kelalaian dalam menawarkan barangnya.

“Terutama kita akan kasih peringatan secara lisan dan tertulis, namun jika mereka masih tetap melakukan kesalahan yang sama apa lagi sampai berulang kali mereka lakukan, maka tindakan tegas kita tempuh, yaitu kita akan membekukan (cabut, red) izin usaha mereka, kalau mereka terus jual barang yang kadaluarsa bisa berakibat fatal bagi konsumen,’’ tegasnya.

Sejauh ini, perlu untuk diketahui, bahwa jumlah perusahaan Alfamart dan Indomart di Sarolangun tercatat 30 unit.

“Total keseluruhan ada Izin Indomart sebanyak 10 dan Alfamart 20,’’ jelasnya.

Kedepan Darul meminta perusahaan ini harus kooperatif terhadap pemerintah.

“Iya bisa dikatakan seperti itu, manager jarang berada disini, bukan jarang lagi, tidak pernah sama sekali,’’ aku Darul.

Yang lebih miris lagi, perusahaan Alfamart pernah menjanjikan akan memasarkan produk lokal Sarolangun yang nanti akan diletakkan dalam etalasenya, namun sampai hari ini, perihal itu tidak pernah terwujud.

“Janji awal mereka dulu, menyanggupi untuk menjual produk lokal Sarolangun, namun sampai hari ini, tidak ada satupun produk lokal yang kelihatan sesuai dengan janji semula,’’ bebernya.(so4)