sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Dongkrak PAD, BPPRD Gandeng Kejaksaan

KERJASAMA: Tampak Wabup, Kajari dan Plt BPPRD usai penandatanganan kerjasama. Poto:adi

SAROLANGUN-Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sarolangun, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun dalam hal memberikan bantuan dan pertimbangan hukum. Hal tersebut dituangkan dalam Penandatanganan kerjasama antara BPPRD dengan Kejari Sarolangun (18/12), kemarin.

Ahmad Fahrizal, Plt Kaban BPPRD Sarolangun saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa masih ada peluang untuk meningkatkan PAD di Sarolangun. Namun hal tersebut bisa terwujud dengan dibantu pendampingan dari Kejaksaan.

“Hingga saat ini, target PAD kita sudah hampir tercapai, yakni sebesar 95,2 persen. Namun, saya yakin jika tahun mendatang didampingi oleh Kejaksaan, maka target pajak bisa lebih dari target tahun ini (2017, red),”kata Ahmad.

Sementara itu, Ikwan Nul Hakim Kejari Sarolangun mengatakan, bahwa saat ini masih banyak potensi pajak yang belum tergarap dan masih sembraut. Seperti pajak restoran, parkir, reklame dan lain sebagainya.

“Saya melihat masih banyak hasil pajak yang berantakan. Dan nanti akan kita coba agar melakukan koordinasi secara berkesinambungan agar pajak daerah bisa meningkat,”kata Kejari.

Salah satu contoh katanya, pendapatan daerah dengan sistem bagi hasil. Selama ini pemerintah daerah hanya menerima laporan dari pusat tanpa memiliki data real.

“Contoh hasil produksi batu bara, karna semua diambil alih oleh Provinsi dan pusat, Kabupaten seakan lepas tangan. Jadi kedepan kita harus punya data yang real, jangan pernah hanya menerima hasil dan tidak pernah bertanya berapa hasil produksi batu bara yang keluar dari daerah kita,”paparnya.

Terpisah, Wakil Bupati Sarolangun Hilallatil Badri, berharap dengan adanya penandatangan antara BPPRD dan Kejari Sarolangun dapat meningkatkan PAD.

“Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan asli aset PAD Sarolangun yang harus dipertahankan, oleh sebab itu kita (Pemkab,red) membutuhkan pegawai yang kreatif dalam meningkatkan PAD,”pungkasnya.(so9)