sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Dispora dan Bapemperda DPRD Sarolangun Saling Tuding

Terkait Draf Ranperda Nomenklatur Dinas Pariwisata

SAROLANGUN –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun, hingga saat ini masih kesulitan untuk menggembangkan pariwisata yang ada. Sebab, Perda nomenklatur Dinas Pariwisata Kabupaten Sarolangun belum juga disahkan. Sehingga kondisi itu membuat Saipullah selaku Kepala Dinas terkait mengaku belum bisa berbuat banyak terkait pariwisata yang ada dalam wilayah Kabupaten Sarolangun.

“Kalau ada jelas judulnya Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) kan enak, tapi hingga saat ini nama itu masih nama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sedangkan bidangnya ada disini. Jadi kami sulit untuk bertindak,”kata Syaiful Kadis Dispora.

Dirinya mengaku telah mengajukan Perda perubahan nomenklatur dinas, namun hingga saat ini perda tersebut belum juga dibahas oleh pihak Dewan.

Baca Juga : Akses Jalan Tidak Memadai, Wisata Alam Sarolangun Lambat Berkembang

“Perda perubahan nama sudah kita ajukan, tapi belum juga dibahas oleh dewan, jadi ini jelas akan berefek pada anggaran pengembangan wisata kita, sekarang ini saja di bidang pariwisata cuma 200 juta. Bagaimana mau ngembangkan pariwisata kalau segitu,” keluhnya.

Sementara itu, Pihak Badan Pembahasan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sarolangun sangat menyayangkan pernyataan Saipul Kadispora Sarolangun yang menyebutkan bahwa pihak Dewan Belum membahas Perda Nomenklatur Pariwisata.

Aang Purnama, Anggota Dewan sekaligus Ketua Bapemperda Sarolangun,saat dikonfirmasi awak media membantah apa yang dikatakan Kadispora, yang mengaku telah mengajukan perubahan nomenklatur. Sebab hingga saat ini kata dia, pihak Dispora belum menyampaikan Draf Ranperda ke Bagian Oragnisasi Dan Dewan.

“Pernyataan kadispora itu tidak benar, sampai hari ini kami belum menerima Draf Ranperda perubahan nomenklatur dari Kadispora,” kata Aang.

Baca Juga : Gali Potensi Wisata dan BUMDes 143 Kades Ikut Bintek di Yogyakarta

Menurut Aang, pihaknya telah berulang kali mendesak dan memanggil pihak Dispora serta mengingatkan kepada bagian organisasi agar menyampaikan kepada dinas terkait untuk segera menyelesaikan draf tersebut.

”Seingat saya sudah tiga kali kami lakukan pertemuan meminta agar draf itu diselesaikan, waktu itu seluruh anggota Bapemperda hadir semua, tanya saja sama bagian anggota di Bapemperda dan bagian organisasi, benar atau tidak kami sudah melakukan itu,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan Cik Marleni anggota Dewan yang juga merupakan anggota Bapemperda,  dia menyayangkan sikap Kadispora yang terkesan tidak tanggap dan cekatan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami tidak ada niat menghambat atau lain sebagainya, cuma maksud saya tolonglah apa yang kami sampaikan diteruskan, sebab ini juga untuk kebaikan daerah. Apalagi soal pariwisata, ini konsentrasi program pak Bupati,’’ ujar Leni.

Dia juga menyebutkan, telah berulang kali mengingatkan hal tersebut kepada pihak Dispora, namun apa yang disampaikan terkesan kurang digubris.

Terpisah, Efriyanto Kabag Organisasi Setda Sarolangun, juga mengaku belum menerima dokumen draf Ranperda pariwisata dari pihak Dispora. Namun dia mengakui di bagian hukum sudah ada bentuk rencana pembahasan, hanya saja hingga saat ini belum menerima Dokumen dari pihak Dispora.

“Kalau sampai hari ini kami belum menerima dokumen itu, kalau rencana mau bahas di bagian hukum sudah ada,”pungkasnya.(so9/jenn)