sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Disdik Masukan Budaya Pantun Jadi Pelajaran Muatan Lokal

SAROLANGUN – Tradisi berpantun yang menjadi ciri khas melayu Jambi khususnya Kabupaten Sarolangun saat ini kian terkikis, kondisi itu seiring laju perkembangan zaman yang seolah menggerus budaya tersebut.

Hal itu membuat banyak kalangan merasa khawatir, salah satunya Bupati Sarolangun Drs H. Cek Endra yang belum lama ini mengintruksikan agar pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memasukkan mata pelajaran tentang tradisi lokal ke dalam muatan lokal atau mulok di setiap sekolah.

Hal itu ditindak lanjuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun Helmi yang dalam waktu dekat akan segera menerapkan mulok khusus kebudayaan Sarolangun, di tingkat SD dan SMP.

“Kita tahu kalau ini tidak segera ditindak lanjuti tradisi lokal budaya bepantun kita akan tergerus dan kita telah menyiapkan mata pelajaran khusus kebudayaan lokal kita ke pelajaran mulok,” kata Helmi, diwawancarai, Rabu (6/1/2021).

Zaman dahulu, budaya bepantun tidak hanya di kalangan tua saja namun juga merambah ke para muda mudi yang berbicara sehari hari dengan kiasan pantun.

“Untuk itu sasasaran kita ya, para kaulamuda yang kedepan bisa diharapkan menjadi penerus yang tua,” katanya lagi.

Kata dia hal itu sudah diwacanakan pada tahun 2019 lalu dan seyogyanya tahun 2020 sudah dilakukan, namun karena terkendala Covid-19 dan proses belajar tatap muka dihentikan sementara sehingga tertunda.

“Kita sudah siapkan materinya untuk pelajaran itu dan dalam materi tersebut sudah dituangkan soal berpantun yang menjadi ciri kita, namun kendala kita tahun lalu pandemi covid yang membuat proses belajar tatap muka dihentikan sementara, nah tahun 2021 ini akan segera kita laksanakan sebab proses belajar tatap muka sudah mulai berjalan,” tandasnya. (se31)