sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Dinas TPHP Sarolangun Panen Raya Cabe Merah dan Kelengkeng

 

Bupati HCE, Sakwan dan Dedi Hendri panen cabe

Satu gebrakan ditunjukkan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sarolangun. Kemarin, bertempat di Balai Benih Unggul Holtikultura (BBUH) Desa Bukit Murau Singkut dilaksanakan panen raya cabe merah dan buah kelengkeng. Acara dihadiri langsung Bupati Sarolangun, Drs H Cek Endra

Cabai yang dibudidaya BBUH tersebut cukup menghasilkan sehingga berdampak terhadap upaya pengendalian angka inflasi daerah, terutama soal harga cabe yang termasuk bahan pokok

Bupati HCE melakuikan panen lengkeng

Tampak hadir dalam panen raya cabe merah tersebut, Asisten II Ir Dedi Hendri, Kadis  TPHP Drs H Sakwan, para Kepala OPD, Kepala BP3K Singkut Sari Kamis, SP, Kabid Hortikultura Ritata Juliman, SP, M. Si, Kepala BBUH Desa Bukit Murau Agung Widodo, beserta jajaran dan kelompok tani.

Kadis TPHP, Drs H Sakwan mengatakan, pihaknya melakukan upaya pengembangan di sektor komoditi pertanian berupa Hortikultura di BBUH yang ada di Kecamatan singkut tersebut.

Tentunya sebagai percontohan yang bisa ditiru oleh masyarakat agar bisa melakukan penanaman Hortikultura dengan cara yang efektif.

“Mulai dari cabe, Kelengkeng, dan jeruk, manggis, dan komoditi lainnya. ini hasilnya sudah lumayan. Cabe misalnya sudah tiga tahun berturut-turut menghasilkan,”katanya.

Kedepan, katanya, di BBUH Singkut ini akan dilakukan penanaman sejumlah komoditi dengan sistim Block. Setiap Block ada satu jenis tanaman Hortikultura yang bisa dikembangkan oleh petani binaan.

“BBUH ini tentu tidak hanya membina petani disini saja, tapi melainkan di lahan 20 hektar yang ada di Sarolangun ini dari program pemerintah, ada di Pelawan, di Singkut, ada juga di Limun,”katanya.

Sementara itu, Bupati H Cek Endra menyebutkan, kebun cabe merah tersebut merupakan kebun percontohan ini, dengan satu diantaranya adalah jenis tanaman cabai merah sudah mulai berkembang.

“Balai pelatihan khusus cabai salah satu kebun percontohan, Ini cukup berhasil,”katanya.

Bupari HCE tiba di lokasi panen raya

Dengan adanya potensi ini, ia berharap agar  cabai ini banyak dikembangkan oleh masyarakat sehingga bisa dipasarkan berbagai wilayah.

Melalui kebun percontohan dengan luas lahan kurang lebih dua hektar ini sangat cukup untuk petani membudidaya. Dari hasil kebun tersebut juga, kebun itu bisa menghasilkam satu kwintal dalam satu hari.

“Tiap hari dijemput dari pasar dan panen satu hari satu kwintal,” katanya

Menurutnya, jika tanaman cabai adalah jenis komoditi penyumbang angka yang menstabilkan harga dan mempengaruhi inflasi daerah.

Dengan harga cabe yang stabil ini,  sampai bulan puasa dan idul fitri nantinya, para petani bisa melakukan panen. Sehingga masyarakat tidak lagi bergejolak denga harga yang tinggi karena langkanya pasokan.

“Menstabilkan harga cabe waktu ramadan dan lebaran, sehingga masyarakat tidak bergejolak pada bulan puasa,”katanya. (se31)