sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Dikerjakan Asal Jadi, Warga Tolak Pembangunan Jalan

warga-utama
MUDAH RUSAK: Tampak kondisi jalan yang baru diaspal di Pematang Uba Kelurahan Sukasari. Poto:ist

SAROLANGUN- Warga Pematang Uba Kelurahan Sukasari Kecamatan Sarolangun, menolak keras pengaspalan jalan yang melintas di lingkungannya. Pasalnya menurut warga pemborong jalan melakukan pengaspalan hanya menggunakan pasir batu (sertu) dan bukan menggunakan batu split. Bahkan sayap jalan yang baru diaspal juga mudah rusak, dan warga menduga kualitas aspalnya tidak sesuai dengan spek yang ada.

“Kalau seperti ini kami sebagai warga Pematang Uba, yang menggunakan jalan ini tidak terima sebab aspalnya bukan batu split tapi sertu,” kata Ali AB, selaku ketua lingkungan Pematang Uba.

Menurut pria ini, pihak kontraktor juga tidak memasang papan nama, sehingga masyarakat tidak mengetahui berapa dana yang digunakan untuk membangun jalan.

“Tidak ada sama sekali papan proyeknya, ini jalan di dalam kota saja pengerjaannya seperti ini padahal volume kendaraan yang melintasi cukup tinggi, kalau sekedar buat tapi tidak sesuai mutu pasti cepat rusak dan sia-sia dana milik masyarakat yang di pakai,”cetus Ali.

Bahkan, menurutnya sayap kanan kiri jalan yang diaspal tidak kuat, sehingga aspal yang harus dibuat mudah hancur dan terlihat tanah lunak saja.

“Bisa kita lihat aspal yang di kanan kiri jalan kalau diinjak kaki saja sudah labil, dan tanah yang di bawah jadi hancur sebab tidak ada batunya,”kesalnya.

Dengan permasalahan ini, warga akan menyampaikan kepada Pj Bupati Sarolangun, dan warga juga sudah menyiapkan aspal yang akan dibawa ke rumah Bupati Sarolangun.

“Kami sudah minta aspal sebagai contoh pengerjaan yang dilakukan oleh pemborong, sebab kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan spek, kami akan kawal pembangunan sebab kami juga yang memakainya,” tandasnya.

Terpisah, Kadis PU-Pera Sarolangun, Arief Ampera saat dikonfirmasi mengatakan bahwa hasil pekerjaan ada yang menilainya, dan jika tidak sesuai dengan spek maka pemborong tidak akan dibayarkan.

“Pekerjaan pengaspalan jalan ada pihak yang menilai,jika memang tidak layak tentu tidak kita bayar, sebab pekerjaan juga ada aturannya,”singkatnya.(so9)